Besok Pengumuman SNBT, Lulusan SMA/SMK Bojonegoro Perlu Tetap Pede

PERAYAAN: Para pelajar salah satu SMAN di Bojonegoro saat merayakan kelulusannya, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Kompetisi masuk kampus negeri berbasis tes atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025, memasuki tahap akhir.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) akan mengumumkan hasil SNBT 2025 pada Rabu (28/5/2025) besok.

Degup jantung para lulusan SMA/SMK di Bojonegoro yang jadi peserta SNBT 2025, mungkin lebih dag-dig-dug jelang tidur malam ini.

Hati para anak-anak muda yang ingin kuliah di kampus negeri pilihan itu mungkin juga plas-plas. Dipenuhi harapan sekaligus kecemasan.

Sebab, jika tidak lolos SNBT 2025 ini, jalan mereka untuk kuliah di kampus negeri akan lebih berat dan bisa jadi lebih mahal. Via jalur mandiri.

Berkenaan dengan hal itu, banyak pihak mengimbau para lulusan SMA/SMK di Bojonegoro peserta SNBT 2025 tetap tenang dan percaya diri (pede).

Yakin sudah mengerjakan soal-soal Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2025 dengan baik, pada akhir April–awal Mei 2025 lalu.

Salah satu imbauan itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur wilayah Bojonegoro–Tuban Hidayat Rahman.

Dia menuturkan, apa pun hasil SNBT 2025, tentu merupakan yang terbaik bagi para lulusan SMA/SMK di Bojonegoro yang jadi pesertanya.

“Selalu ada hikmah di balik suatu kejadian. Juga tersedia banyak jalan untuk sukses dalam pendidikan,” tuturnya, Selasa (27/5/2025) sore.

Awal Perjalanan yang Lebih Menantang

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bojonegoro Nurhadi menyampaikan hal yang senada dengan Hidayat Rahman.

Dia menambahkan, para lulusan SMA di Bojonegoro yang lolos SNBT 2025 juga diharap tetap mawas diri. Lolos SNBT 2025 bukan akhir perjuangan.

“Melainkan awal dari perjalanan yang lebih menantang, di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Kepala SMAN 1 Sumberrejo ini berpesan, para lulusan SMA Bojonegoro yang lolos SNBT 2025 terus menjaga semangat belajar.

Baca Juga :  Seniman Minta Pemkab Bojonegoro Tidak Cuma Bangun GOR, Tapi Juga Gedung Kesenian

“Teruslah belajar, jangan pernah berhenti bermimpi, dan tetap rendah hati,” imbuhnya.

Untuk para lulusan SMA di Bojonegoro yang belum lolos SNBT 2025, Nurhadi mengatakan, mereka tetap luar biasa. Sudah berani berupaya.

“Gagal dalam satu kesempatan bukan berarti gagal selamanya,” tandas mantan Kepala SMAN 3 Bojonegoro itu.

Menurut dia, masih banyak jalan lain untuk meraih masa depan yang cerah. Satu kegagalan tidak boleh meredupkan semangat menyongsong masa depan.

“Dengan tekad yang kuat dan usaha yang hebat, setiap cita bisa menjadi nyata,” imbuhnya.

Tidak Boleh Putus Asa, Kuliah Bisa di Mana Saja

Ketua MKKS SMK Bojonegoro Alim Suwantono menyampaikan selamat bagi para lulusan SMK di Bojonegoro yang lolos SNBT 2025.

Ke depan, kata Alim, para lulusan SMK di Bojonegoro yang lolos SNBT 2025 harus berkuliah dengan penuh semangat. Terus mengembangkan diri.

“Yang belum lolos SNBT 2025, tidak boleh putus asa. Masih ada opsi lain. Ada kampus non negeri,” tuturnya.

Kepala SMKN Ngambon ini menyebut, saat ini banyak kampus non negeri atau swasta berkualitas. Bisa menjadi jalan meraih kesuksesan.

“Prinsipnya, tidak apa kuliah di mana saja. Terpenting, giat belajar. Sungguh-sungguh mencari ilmu. Kembangkan potensi diri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, terkhusus di Bojonegoro, kini ada 15 kampus swasta. Bisa jadi opsi selain kampus negeri. Tetap dekat rumah, juga ayah-ibunda.

15 kampus swasta di Bojonegoro itu di antaranya Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unigiri), Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Lalu, Stikes Muhammadiyah Bojonegoro, IKIP PGRI Bojonegoro, STIE Cendekia, Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro, dan Stikes Rajekwesi.

Juga, IAI Al-Fatimah, STEBI Al-Rosyid, Institut Attanwir, Poltekkes Kemenkes di Bojonegoro, Istek Icsada, STEI Permata, dan STIT Muhammadiyah.

Baca Juga :  Himpaudi Award 2025, Himpaudi Bojonegoro Raih Penghargaan Tata Kelola Organisasi Terbaik

Kampus lokal tersebut rerata di kawasan perkotaan. Namun, ada juga di wilayah Kecamatan Dander, Sumberrejo, dan Padangan. (sab/kza)

error: Content is protected !!