BOJONEGORORAYA — Bermanfaat sekali dan benar-benar menjadi buku panduan untuk memilih kampus dan berkuliah di Bojonegoro.
Itulah pernyataan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman terkait buku Usai Sekolah Ayo Kuliah.
Buku Usai Sekolah Ayo Kuliah mendapat respons bagus dari kalangan sekolah dan guru. Cabdindik Jatim siap mendistribusi ke SMAN dan SMKN se-Bojonegoro dan Tuban.
‘’Kami mengapresiasi buku dari Tim Bojonegoro Raya. Memudahkan memilih kampus. Bermanfaat untuk masa depan Bojonegoro,’’ tuturnya, Rabu (28/5/2025).
Mantan Kacabdindik Jatim Wilayah Lamongan itu meneruskan, buku Usai Sekolah Ayo Kuliah juga berguna bagi orang tua siswa atau wali murid.
“Melalui buku ini, orang tua atau wali murid bisa membantu putra-putrinya dalam memilih kampus dan berkuliah di Bojonegoro,” imbuhnya.
View this post on Instagram
Rahman meneruskan, lulusan SMA, SMK, MA di Bojonegoro harus bisa mandiri dan berkarya. Untuk itu, lebih lengkap apabila melanjutkan ke perguruan tinggi.
Apabila belum diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui berbagai jalur yang tersedia, Rahman menyarankan generasi muda Bojonegoro tetap berkuliah.
‘’Bisa (berkuliah, red) di kampus di Bojonegoro. Di Bojonegoro sudah banyak kampus. Beragam. Tinggal memilih,’’ jelasnya.
Kuliah di Bojonegoro juga semakin mudah. Terlebih, saat ini sudah ada buku Usai Sekolah Ayo Kuliah. Jadi panduan memilih kampus-kampus di Bojonegoro.
‘’Kami berharap muncul generasi hebat dari anak-anak Bojonegoro. Untuk itu, perlu kuliah. Sekali lagi Usai Sekolah Ayo Kuliah,’’ ujar mantan Kepala SMKN 2 Bojonegoro itu.
Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah Mengapresiasi
Sebelumnya, Bupati Setyo Wahono juga mengapresiasi buku Usai Sekolah Ayo Kuliah. Membantu Pemkab Bojonegoro mengajak anak-anak muda Bojonegoro untuk meniti perguruan tinggi. Berkuliah.
Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah juga memberi atensi buku Usai Sekolah Ayo Kuliah. Menginspirasi anak-anak muda untuk berkuliah.
Semangat Bojonegoro Raya atas buku Usai Sekolah Ayo Kuliah, sejalan dengan tersedianya beragam beasiswa kuliah yang disiapkan Pemkab Bojonegoro.
Agus Prasetyo Utomo, Project Officer Buku Usai Sekolah Ayo Kuliah mengatakan, buku ini sebuah gagasan dari Tim Bojonegoro Raya untuk masyarakat.
“Terutama anak-anak lulusan SMA, SMK, dan MA di Bojonegoro,” ujarnya.
Buku Usai Sekolah Ayo Kuliah juga bentuk kontribusi Bojonegoro Raya dalam mengenalkan kampus-kampus yang ada di Bojonegoro.
“Mengajak anak-anak muda berkuliah di kampus Bojonegoro,” imbuhnya.
Kuliah di PTN tentu baik. Namun, ketika tidak lolos masuk PTN, berkuliah di kampus lokal di Bojonegoro juga baik. Ada 15 kampus lokal di Bojonegoro.
Sebanyak 15 kampus itu cukup banyak untuk ukuran kabupaten. Tawarannya beragam. Memiliki segmentasi jurusan atau prodi yang terakreditasi.

Kepala Cabdindik Ucapkan Selamat Siswa Diterima PTN
Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman mengucapkan selamat kepada lulusan SMA dan SMK di Bojonegoro-Tuban yang diterima masuk PTN.
Menyusul Rabu (28/5/25) sore, telah berlangsung pengumuman masuk kampus negeri melalui jalur Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasar Tes (UTBK SNBT).
‘’Selamat kepada anak-anak kelas 12 (lulusan SMA dan SMK, red) yang lolos diterima kampus negeri jalur SNBT. Selamat mengarungi cita-cita,’’ katanya.
Bojonegoro Terdapat 15 Kampus Lokal
Bojonegoro memiliki kampus lokal yang bergeliat. Ada 15 kampus lokal, memiliki segmentasi bidang berbeda. Mayoritas jurusan atau prodi sudah terakreditasi.
Adapun, 15 kampus lokal meliputi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Universitas Bojonegoro (Unigoro), Stikes Muhammadiyah Bojonegoro.
Lalu, IKIP PGRI Bojonegoro, STIE Cendekia, Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro, Stikes Rajekwesi, IAI Al-Fatimah, STEBI Al-Rosyid.
Berikutnya ada pula Institut Attanwir, Poltekkes Kemenkes (eks Akademi Kebidanan), Istek Icsada, STEI Permata, dan STIT Muhammadiyah.
Kampus lokal tersebut rerata di kawasan perkotaan Bojonegoro. Namun, ada juga di wilayah Kecamatan Dander, Sumberrejo, dan Padangan. (sab/kza)

