Motif Batik Bojonegoro dan Solo Bakal Dikolaborasi, Perajin di Laweyan Kembangkan Daun Jati dan Thengul

KOLABORASI: Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono dan Ketua Dekranasda Surakarta Vanessa Winastesia melihat motif batik daun jati karya perajin di Solo.

BOJONEGORORAYA – ‘’Ini motif batik Bojonegoro lho. Kami masih setia membuatnya,’’ tutur Taufik salah satu perajin batik di galeri IKM Semanggi Dekranasda Surakarta. Tentu, membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro Cantika Wahono terkesima.

Begitu pun, tim Dekranasda Bojonegoro merasa penasaran dengan motif batik Jonegaran karya pembatik Surakarta, saat berkunjung ke Solo, Kamis (12/6/2025). Ini menjadi langkah awal kolaborasi motif batik Jonegaran dengan Surakarta.

Cantika Wahono pun mendapat kesempatan membatik di ruang galeri IKM Semanggi Dekranasda Surakarta. Melihat dan memegang lembaran kain putih.

Tangan kanannya memegang besi cetakan. Lalu, mencelupkan ke olahan batik yang panas. Dengan santai, Cantika Wahono yang memakai gaun biru tua tersebut meletakkan cetakan ke atas kain putih. Dengan seksama. Tidak gugup.

Begitu mengangkat cetakan dari atas kain, tampak batik cap sudah terlihat. Bermotif daun jati. Cantika Wahono pun tersenyum. Senang. Batik motif daun jati ia goreskan di selembar kain di galeri IKM Semanggi Dekranasda. Akan menjadi sebuah kenangan.

Cantika membatik di salah satu galeri milik komunitas perajin batik Kampung Laweyan, Surakarta. Galeri tersebut berada di gedung IKM Semanggi Dekranasda Surakarta. Galeri sekaligus ruang produksi perajin kreatif.

Selain motif daun jati, perajin batik Kampung Laweyan, tersebut juga membatik motif wayang thengul. Batik kombinasi hijau dan hitam tersebut, terlihat jelas corak thengul. Batik Solo bernuansa Jonegaran.

‘’Kalau ndak salah, sekitar tahun 2012, sudah ada perajin batik asal Bojonegoro yang membatik di Solo. Belajar bareng,’’ ujar Taufik salah satu pembatik ditemui di galeri Dekranasda Surakarta.

Kagum Gedung Dekranasda Sekaligus Galeri dan Produksi IKM

Usai ngobrol gayeng bersama tim Dekranasda Bojonegoro dan Dekranasda Surakarta, Cantika Wahono bersama Vanessa Winastesia berjalan melihat ruang-ruang galeri IKM Semanggi Solo.

Baca Juga :  ASN Pemkab Bojonegoro Diwanti Tolak Gratifikasi Idulfitri, Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas

Di ruang berlantai tiga itu, terdapat beberapa ruang galeri sekaligus produksi IKM Surakarta. Mulai galeri batik Kampung Kauman dan batik Kampung Laweyan. Galeri batik lukis. Serta, IKM wayang gogon. Perajin blangkon.

Terdapat pula batik printing. Galeri lukisan. Perajin handycraft berupa tas dari daun pelepah pisang. Aksesoris gantungan kunci. Cantika dan Vanessa menghampiri satu per satu ruang galeri.

Jadi, pengunjung bisa melihat secara langsung proses pembuatan batik. Kantor Dekranasda Surakarta, sekaligus ruang pameran dan galeri IKM. Terkoneksi.

Salah satu tim Dekranasda Surakarta menuturkan, bahwa gedung Dekranasda sekaligus galeri IKM tersebut merupakan kolaborasi Pemkot Surakarta dan Kementerian.

Pembangunan tidak satu tahun. Tapi, tahun jamak. Bertahun-tahun. Memakai skema dana alokasi khusus (DAK) kementerian. Kini, gedung terkoneksi IKM tersebut cukup megah. Mentereng.

Awal Gairahkan Ekosistem Batik Bojonegoro

Cantika Wahono melihat semua galeri dan ruang produksi IKM di gedung Dekranasda Solo tersebut. Dari kunjungan itu, bisa menjadi awal untuk menggairahkan ekosistem batik di Bojonegoro.

‘’Semoga terlaksana (obsesi menjadikan Bojonegoro gerbang batik di Jawa Timur, Red). Butuh kerja sama strategis (dengan Dekranasda Surakarta),’’ tutur Cantika Wahono dengan optimisme.

Cantika mengatakan, kerja sama batik antara Bojonegoro dan Solo, ini akan berkelanjutan. Strategis. Studi tiru ke Surakarta ini dengan maksud membangun ekosistem batik Bojonegoro lebih meluas.

Terlebih di Bojonegoro, beragam perajin batik. Menyebar di berbagai kecamatan di Bojonegoro. Koneksi antar perajin batik akan menjadi daya ungkit bahwa ekosistem batik di Bojonegoro bakal tertata.

Menyemai ekosistem batik di Bumi Rajekwesi ini dengan memulai pelaksanaan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025. Festival batik akbar berlangsung 18-21 Juni 2025 di Alun-Alun Bojonegoro.

Baca Juga :  Penyiapan Sekolah Rakyat di Bojonegoro Hampir Klir, Tampung 100 Siswa

Bojonegoro menjadi tuan rumah. Menyediakan venue ruang galeri dengan mengundang ragam batik dari berbagai kota dan kabupaten. Termasuk melibatkan batik dari Dekranasda Surakarta. (kza)

error: Content is protected !!