H-3 Puncak Haji, Dua Jemaah Haji Bojonegoro Wafat di Tanah Suci

KHUSUK: Para jemaah haji asal Bojonegoro berdoa di Pendapa Malawapati sebelum berangkat ke Tanah Suci, akhir Mei 2025 lalu. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Puncak haji yakni Wukuf di Arafah, Makkah akan berlangsung tiga hari lagi. H-3. Jatuh pada Kamis (5/6/2025) mendatang.

Dari ribuan jemaah haji asal Bojonegoro yang kini sudah di Makkah, ada dua jemaah haji yang dipastikan tidak mengikuti puncak haji tersebut.

Sebab, dua jemaah haji asal Bojonegoro tersebut dinyatakan wafat. Lebih dulu di-timbali Yang Maha Kuasa sebelum purna ibadah hajinya.

Adapun, dua jemaah haji asal Bojonegoro sudah wafat itu Masiah (64) dan Abdul Majid Nur Faqih Umar (62). Dari segi umur, keduanya memang tergolong lansia.

Masiah wafat Kamis (22/5/2025) lalu. Mulanya, jemaah haji perempuan itu lemas saat antre turun dari pesawat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Atas kondisi dimaksud, jemaah haji asal Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro itu sempat mendapat perawatan medis di klinik bandara setempat.


Namun, Masiah pada akhirnya tidak tertolong. Jemaah haji Bojonegoro dari kloter 64 itu meninggal dunia sekitar pukul 22.16 waktu setempat.

Sedangkan, Abdul Majid Nur Faqih Umar wafat Minggu (1/6/2025). Baru-baru ini. Dia warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro.

Jemaah haji laki-laki itu mula-mula juga sakit. Tidak tertolong meski sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit (RS) setempat.


Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro M. Abdulloh Hafidz membenarkan hal tersebut.

“Abdul Majid Nur Faqih Umar wafat karena sakit. Sempat dirawat di RS An Nur, Makkah. Tidak tertolong,” terangnya, Senin (2/6/2025).

Hafidz mendetailkan, Abdul Majid Nur Faqih Umar menghembuskan napas terakhir di RS An Nur sekitar pukul 16.30 waktu Makkah, Arab Saudi.

Baca Juga :  Sastra dan Pramoedya Ananta Toer Bisa Masuk Kurikulum Sekolah-Kampus Bojonegoro

“Almarhum (Abdul Majid Nur Faqih Umar, red) juga dari kloter 64. Sama seperti sebelumnya (almarhumah Masiah, red),” imbuh Hafidz.

Mantan Kasi PD Pontren Kemenag Bojonegoro ini belum mengemukakan eksplisit, sakit apa yang mewafatkan dua jemaah haji asal Bojonegoro tersebut.

Hafidz hanya menguluk harap dan doa, semoga keduanya diterima di sisi Allah. Keluarga yang ditinggalkan, diberi ketabahan. (sab/kza)

error: Content is protected !!