Masjid Darussalam Sembelih Hewan Kurban Sabtu, Bupati Sampaikan Sambutan, Wabup Salat Id di Baabus Shofa

06/06/2025
CERIA: Petugas bersama warga sedang proses penyembelihan sapi kurban di Musala Hidayatus Shibyan Ledok Kulon, Bojonegoro. (Foto: Khorij Zaenal Assrori/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Masjid Agung Darussalam Bojonegoro memilih menyembelih hewan kurban pada Sabtu (7/6/25). Begitu pun masjid-masjid lainnya, juga memilih menyembelih sapi dan kambing satu hari usai Salat Iduladha.

Sebaliknya bila menyembelih Jumat, waktunya mepet. Takmir dan panitia kurban khawatir durasi menyembelih hewan kurban berbenturan dengan Salat Jumat.

Namun, sejumlah musala atau surau di perkampungan memilih tetap menyembelih hewan kurban pada Jumat–usai Salat Iduladha. Semarak. Habis Salat Iduladha bergegas ngegas menyembelih sapi dan kambing. Ramai.

‘’Masjid Agung Darussalam Bojonegoro memilih menyembelih hewan pada Sabtu. Kalau menyembelih Jumat khawatir waktunya ndak ngatasi dengan Salat Jumat,’’ kata Wasito salah satu takmir Masjid Agung Darussalam.

Presiden, Gubernur, Kapolres, Salurkan Sapi Kurban

Semua hewan kurban di Masjid Agung Darusssalam dipragat (menyembelih) pada Sabtu. Iduladha 2025 ini, masjid jamik berada di barat Alun-Alun Bojonegoro itu menyembelih 9 ekor sapi. Serta, 7 ekor kambing.

Sembilan ekor sapi tersebut, meliputi satu ekor dari Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Serta, dari Kapolres Bojonegoro. Sisanya merupakan patungan para jemaah Masjid Agung Darussalam.

Masjid Al-Furqon Ledok Kulon, Bojonegoro, juga memilih menyembelih hewan kurban pada Sabtu. Masjid Al-Aziz, juga memilih mragat hari Sabtu. Jumat takut waktunya menyembelih berbenturan dengan Salat Jumat.

Masjid Agung Walisongo Desa Sumberarum, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, juga memilih menyembelih hewan kurban pada Sabtu.

‘’Iya kami menyembelih hari Sabtu. Waktunya lebih longgar. Daripada Jumat nanti kami harus persiapan Salat Jumat,’’ tutur KH. Muth’im takmir Masjid Walisongo tersebut.

IDUL KURBAN: Warga Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, menyembelih seekor sapi dalam Iduladha, Jumat (6/6/25). Anak-anak tampak ceria melihat sapi. (Foto: Khorij Zaenal Assrori/ Bojonegoro Raya)

Musala Pilih Menyembelih Jumat Usai Salat Id

Sementara itu, keramaian nuansa Iduladha berlangsung di Musala Hidayatus Shibyan Ledok Kulon, Bojonegoro. Musala berada di RT 3 RW 2 tersebut menyembelih satu ekor sapi dan 9 ekor domba/ kambing.

Baca Juga :  Delapan ASN Pemkab Bojonegoro Terjaring Operasi, sedang Ngopi saat Jam Kerja

Sejak pukul 07.30 anak-anak sudah memadati sebuah gang di belakang Musala Hidayatus Shibyan. Satu per satu kambing mulai menjalani proses penyembelihan. Mengembik. Kalimat-kalimat takbir berkumandang.

‘’Kami memilih menyembelih pas Jumat, bertepatan Iduladha. Langsung. Usai Salat Iduladha di masjid, lalu menyembelih bareng-bareng. Anak-anak ceria dan ramai,’’ kata Ali Muhsin, pengurus Musala Hidayatus Shibyan.

Penyembelihan sapi dan 9 ekor kambing berlangsung cepat. Sebelum Salat Jumat, sudah selesai memotong. Lalu, membungkus dalam satu kemasan. Usai Salat Jumat, bergegas mendistribusikan daging kurban kepada warga. Rata.

Bupati Setyo Wahono Salat di Darussalam, Wabup Nurul Azizah di Masjid Baabus Shofa

Adapun Salat Jumat di Masjid Agung Darussalam jemaahnya membludak sampai jalan raya dan Alun-Alun Bojonegoro. Sejak pukul 05.30, para jemaah satu per satu berdatangan. Sengkuyung. Bebarengan suami istri atau keluarga.

Tikar sudah digelar di sepanjang Jalan Hasyim Asyari. Seperti altar. Memanjang. Rapi. Jalan di depan Masjid Darussalam itu menjadi saf Salat Iduladha.

Jemaah meluber. Sampai di sisi-sisi pojok Alun-Alun Bojonegoro. Khuysuk. Berkopiah. Bermukena. Rapi. Duduk bersila. Melantunkan takbir. Berkali-kali. Siap mendengarkan khutbah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono berjalan kaki menuju Masjid Agung Darussalam. Senyum. Bersalaman dengan para jemaah. Akrab. Jemaah pun senang. Bahagia.

Usai 100 hari kinerja, Setyo Wahono memilih Salat Iduladha berjamaah di Masjid Agung Darussalam. Duduk bersila bersama jemaah. Sejajar.

Setyo Wahono pun membuka Salat Iduladha. Memberi sambutan. Jemaah mendengarkan. Dalam pidatonya, Setyo Wahono juga menebar semangat Iduladha. Semangat berkurban. Berbagi.

Juga, menyampaikan capaian program 100 hari. Salah satunya program Gayatri, menyalurkan ayam petelur dan pakan kepada warga pra-sejahtera. Ayam petelur ini bantuan kepada warga prasejahtera untuk kemandirian.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @humaskabbojonegoro


Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah Salat Iduladha di Masjid Baabus Shofa, Bojonegoro. Melebur bersama jemaah. Semarak salat hari raya dengan warga perkotaan.

Baca Juga :  Cerdas Cermat, Santri Bojonegoro Jawab Soal Agama Pakai Google Forms, Kemenag: Luar Biasa

Senyum ramah kala menyapa para jemaah. Bersalaman. Berpelukan serasa saudara dekat. Memberi sambutan. Menyampaikan gagasan dan capaian kinerja bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Jemaah larut. Bahagia.

Masjid Baabusshofa cukup luas. Masjid berada di jalur strategis jalan raya itu sejak pagi jemaah sudah berdatangan. Rapi memakai busana muslim hingga mukena. Semua bahagia merayakan Iduladha. (sab/kza)

error: Content is protected !!