BOJONEGORORAYA – Agenda revalidasi atau validasi ulang atas Geopark Bojonegoro pekan ini, dimulai Rabu (11/6/2025) ini.
Tim revalidasi didampingi para terkait berkumpul di Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro, Rabu (11/6/2025) pagi.
Kemudian, naik mobil. Berombongan ke barat. Menuju agrowisata Kebun Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro—tujuan perdana.
Di biosite terletak di tepi Bengawan Solo itu, tim revalidasi yang terdiri dari Hanang Samodra, Mirawati Sudjono, Meliawati Ang, dan Arief Prabowo tampak serius.
Didampingi pengelola, pejabat Bappeda Bojonegoro, Disbudpar Bojonegoro, serta Kades Ngringinrejo, tim revalidasi keliling agrowisata Kebun Belimbing.
Tim revalidasi meninjau setiap sisi dan isi agrowisata yang eksistensinya didukung oleh Disbudpar Bojonegoro tersebut.
Tim revalidasi juga sempat mengicipi belimbing segar, jus belimbing, dan rujak khas agrowisata Kebun Belimbing tersebut. Segar.

Mirawati Sudjono, salah satu anggota tim revalidasi mengatakan, agrowisata Kebun Belimbing sudah tepat sebagai bagian dari Geopark Bojonegoro.
Dari berbagai indikator, agrowisata Bojonegoro yang mashyur itu sudah layak menjadi biosite Geopark Bojonegoro.
Kendati demikian, Mirawati Sudjono tetap memberikan beberapa catatan. Agar agrowisata Kebun Belimbing kian ideal menjadi biosite Geopark Bojonegoro.
Salah satu catatan Mirawati Sudjono yaitu, area dalam agrowisata Kebun Belimbing lebih baik nihil pedagang.
‘’Lebih baik, para pedagang berada di area luar saja. Di sekitar pintu masuk atau pintu keluar,’’ tuturnya.
Dengan demikian, area dalam agrowisata Kebun Belimbing akan lebih ‘murni’. Kebun ya kebun. Area dagang ya area dagang. Terpisah. Namun, berdampingan.
Selain itu, Mirawati Sudjono mengharapkan, agrowisata Kebun Belimbing memiliki papan-papan infromasi yang lebih informatif.
‘’Sehingga, pengunjung dapat lebih teredukasi lagi,’’ pungkas perempuan selalu tampak ceria itu. (sab/kza)

