BOJONEGORORAYA – Raut-raut pelajar SMPN 1 Trucuk Bojonegoro tampak bahagia. Seksama mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Website Sekolah. Bersemangat.
Sabtu (27/9) pagi itu anak-anak belajar jurnalis sekolah. Pelatihan jurnalis sekolah. Praktik wawancara. Menulis berita. Hingga diskusi dan sharing kelompok dalam menentukan tema peliputan. Seperti rapat redaksi.
Satu jam praktik peliputan. Tuntas. Dan membedah hasil karya tulisan. Koreksi bersama. Beragam tema liputan.
‘’Menyenangkan. Bisa praktik wawancara dan menulis berita. Terima kasih atas pelatihan ini,’’ kata salah satu siswa sambil mengoreksi karya tulisannya bersama.


Kepala SMPN 1 Trucuk Yahmad mengatakan, pelatihan jurnalis sekolah ini merupakan kesempatan bagus. Siswa bisa mendapat ilmu dan metode dalam penulisan berita.
‘’Terutama di SMPN 1 Trucuk ini juga memiliki ekstra jurnalistik. Jadi tepat adanya pelatihan dari Dinas Pendidikan Bojonegoro ini,’’ katanya saat membuka pelatihan.
Yahmad mengatakan, ada 100 siswa pilihan yang mengikuti pelatihan ini. Nantinya para siswa bisa menulis berita. Bisa diunggah di website, majalah, hingga ragam media social.
‘’Saya pernah diwawancarai jurnalis sekolah. Menulis. Menelaah. Dan Logis,’’ tutur pria pernah menjabat SMPN Malo tersebut.
Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Website Sekolah ini program dari Dinas Pendidikan Bojonegoro. Menggandeng Bojonegoro Raya-Media dan Riset, sebagai tutor dalam pelatihan berakhir pukul 12.30 tersebut.

Dinas Pendidikan Bojonegoro serius agar sekolah menghidupkan literasi. Menumbuhkan semangat menulis. Menggairahkan website sekolah sebagai jendela informasi.
Dua jurnalis mengisi pelatihan tersebut. Khorij Zaenal Assrori dan Rozikin. Dua jurnalis ini juga menceritakan pengalaman sebagai jurnalis. Memberi contoh.
‘’Pelatihan ini langkah tepat agar siswa semakin melek literasi dan penulisan. Akan bermanfaat mendatang,’’ tutur Khorij.
Habis Duhur, cuaca terik mulai tiba. Angin mulai beranjak. Pohon-pohon sekolah mulai bergerak. Mengibaskan semilir.
SMPN 1 Trucuk memiliki ragam pepohonan hijau. Meneduhkan. Berada di lereng perbukitan pohon jati. Sekolah adiwiyata dan berliterasi. (sab/kza)

