Ratusan siswa di Kedungadem meringis hingga menangis. Keracunan. Menu Makan Bergizi Gratis jadi sorotan. Bupati dan polisi bereaksi.
BOJONEGORORAYA — Bunyi ompreng berdentang ringan di SMAN 1 Kedungadem, Bojonegoro, Rabu (1/10/2025) siang. Diiringi kecap ratusan mulut yang melahap makanan. Nyam-nyam.
Ratusan mulut itu, milik ratusan siswa SMAN 1 Kedungadem. Sedang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke sekolahnya. Ada yang melahap pasti. Ada yang anyi-anyi.
Rabu (1/10/2025) malam, ratusan siswa SMAN 1 Kedungadem tersebut meringis di rumahnya masing-masing. Tubuhnya lemas. Mual, sakit perut, diare. Tidak tahu sebabnya. Bingung. Gelisah.
Kamis (2/10/2025) pagi, sakit yang semalam masih dirasakan ratusan siswa SMAN 1 Kedungadem. Ada yang tetap berangkat sekolah. Ada yang tidak. Izin sakit.
Yang nekat berangkat, satu per satu tepar di sekolah. Tubuhnya kian lemas. Perutnya semakin tidak beres. Mereka kesakitan. Takut. Menangis. SMAN 1 Kedungadem heboh.
Dengan terburu, para teman dan guru melarikan para sakit itu. Sebagian ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sebagian ke Puskesmas Kedungadem. Menegangkan. Ambulan berdatangan.
Kepala SMAN 1 Kedungadem Edy Masrur membenarkan cerita menyangkut sekolah dan para siswanya itu. Kata dia, Kamis (2/10/2025), ada 61 siswanya tidak masuk sekolah.
“61 siswa itu semuanya izin sakit,” ujarnya saat diwawancara awak media, Kamis (2/10/2025) siang.
Edy sapaannya tidak tahu persis, 61 siswanya itu sakit karena apa. Belum bisa dipastikan karena keracunan menu MBG yang dilahap pada Rabu (1/10/2025) sebelumnya.
“Sementara, yang sakit dan tetap masuk, pada akhirnya dirawat di UKS 50 siswa. Di puskesmas 22 siswa,” imbuhnya.
Edy mengemukakan, program MBG belum sepekan menyentuh sekolahnya. Baru tiga hari. Dipasok Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem.
Lebih lanjut, Edy menyebut, menu MBG dilahap para siswanya pada Rabu (1/10/2025) berisi seporsi nasi kuning, sejumput ayam suwir, acar timun-wortel, orek tempe, dan sebiji jeruk.
Siswa SD dan MTs Menyusul
YANG terjadi pada 123 siswa SMAN 1 Kedungadem, juga dialami oleh sejumlah siswa SDN Tumbrasanom dan MTs Plus Nabawi di kecamatan serupa, Kamis (2/10/2025) pagi.
Persisnya, sejumlah siswa SDN Tumbrasanom dan MTs Plus Nabawi di Kecamatan Kedungadem itu juga diduga keracunan menu MBG. Tubuh mereka lemas, mual, perutnya sakit.
Bedanya, siswa SDN Tumbrasanom dan MTs Plus Nabawi melahap menu MBG pada Kamis (2/10/2025) pagi. Bukan pada Rabu (1/10/2025) siang sebagaimana para siswa SMAN 1 Kedungadem.
Narasumber Bojonegoro Raya di Kecamatan Kedungadem mengatakan, ada tujuh siswa SDN Tumbrasanom diduga keracunan menu MBG. Sementara, di MTs Plus Nabawi lima siswa.
“Tidak semua dirujuk ke puskesmas. Ada yang hanya di UKS saja,” jelas narasumber enggan disebut namanya itu.
Devan salah satu siswa SDN Tumbrasanom diduga keracunan menu MBG, Kamis (2/10/2025) pagi. Dia mengatakan, waktu itu dia bersama teman-temannya lahap menyantap menu MBG.
Siswa kelas enam itu ingat. Menu MBG dilahapnya ialah seporsi nasi putih, sejumput oseng buncis, orek tempe, telur puyuh rebus, sebiji pisang. Minumnya sekotak susu.
“Itu tak habiskan semua. Kan disuruh habisin. Setelah itu, tiba-tiba saya muntah-muntah, perut sakit,” ceritanya.
Devan melanjutkan, setelah itu, dia dan beberapa temannya yang mengalami hal serupa dibawa ke Puskesmas Kedungadem oleh guru. Di fasilitas kesehatan itu, dia ditenangkan. Mendapat perawatan.
Diketahui, penyedia menu MBG di SDN Tumbrasanom dan MTs Plus Nabawi ialah SPPG di Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem. Bukan SPPG Sidorejo sebagaimana di SMAN 1 Kedungadem.
Dinkes Catat 26 Siswa Masuk Puskesmas
DUGAAN keracunan akibat menu MBG dialami para siswa SMAN 1 Kedungadem, Mts Plus Nabawi, dan SDN Tumbrasanom pada Kamis (2/10/2025) pagi, direspon cukup cepat oleh Pemkab Bojonegoro.
Tidak lama pasca kejadian itu terungkap, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran menuju Kecamatan Kedungadem. Salah satunya, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati.
Di kecamatan berjarak sekitar 30 kilometer dari perkotaan Bojonegoro itu, Wabup Nurul Azizah dan jajaran meninjau langsung ke SMAN 1 Kedungadem, MTs Plus Nabawi, SDN Tumbrasanom, dan Puskesmas Kedungadem.
Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati juga menginspeksi SPPG Sidorejo dan SPPG Drokilo. Meminta dua SPPG itu melakukan evaluasi. Termasuk, segera mengurus Sertifkasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Adapun, berdasarkan giat di aneka titik di Kecamatan Kedungadem itu, Ninik Susmiati mengemukakan, total ada 81 siswa mendapat perawatan medis. 55 siswa dirawat di UKS. 26 siswa dirawat di Puskesmas Kedungadem.
‘’Kini, semua siswa yang dirawat di Puskesmas Kedungadem sudah pulang,’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Kamis (2/10/2025) malam.

Sebagai tindak lanjut, Ninik mengemukakan, Dinkes Bojonegoro sudah mengambil sampel makanan dan peralatan makan MBG yang diduga meracuni siswa SMAN 1 Kedungadem, MTs Plus Nabawi, SDN Tumbrasanom.
‘’Sampel dimaksud akan diuji di Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah, red) Bojonegoro,’’ imbuhnya.
Pengujian sampel dimaksud, kata mantan Asisten Daerah III Setda Bojonegoro itu, untuk mengetahui siswa SMAN 1 Kedungadem, MTs Plus Nabawi, SDN Tumbrasanom betul keracunan menu MBG atau tidak.
‘’Jika hasil uji atas sampel itu sudah keluar, akan kami kemukakan,’’ tutur mantan Direktur RSUD Padangan Bojonegoro tersebut.
Pihak SPPG Sidorejo dan SPPG Drokilo belum mengeluarkan komentar resmi perihal dugaan keracunan akibat menu MBG yang disajikan keduanya. Namun, mereka tampak kooperatif saat diinspeksi.
Bupati Marah, Jangan Lukai Rakyat Kami
SAJIAN menu MBG yang diduga meracuni para siswa di Kecamatan Kedungadem membuat Bupati Bojonegoro Setyo Wahono naik darah. Marah. Dia menulis pesan di Instagram pribadinya, Jumat (3/10/2025) pagi.
Dalam pesan itu, dia menyatakan bahwa program MBG merupakan amanah untuk menyehatkan rakyat. Bukan kebalikannya: menyakiti masyarakat melalui program MBG tersebut.
‘’Jangan pernah ada yang melukai rakyat kami dengan menu (MBG, red) yang tidak sehat,’’ tegas Setyo Wahono dalam tulisan itu.
Bupati Bojonegoro akrab disapa Wahono itu menandaskan, anak-anak Bojonegoro berhak tumbuh sehat. Mendapat gizi yang baik. Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menulis serupa di Instagram pribadinya, Kamis (2/10/2025) malam.
‘’Keselamatan siswa, prioritas utama,’’ tulis Wabup Bojonegoro yang sebelumnya Sekda Bojonegoro itu.
Nurul Azizah juga meminta, dua SPPG penyaji menu MBG diduga beracun itu agar berhenti beroperasi sementara waktu. Sampai pengusutan dugaan keracunan dituntaskan.
‘’Ini urusannya nyawa,’’ imbuh Wabup Bojonegoro asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander itu.
Terpisah, Polres Bojonegoro turut bersikap perihal dugaan keracunan akibat menu MBG di Kecamatan Kedungadem tersebut. Hal itu diutarakan Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi.
Dia menyebut, Polres Bojonegoro mengatensi dugaan keracunan akibat menu MBG itu. Telah meminta klarifikasi dari berbagai pihak terkait. Mulai SPPG, dinkes, hingga kepala sekolah bersangkutan.
‘’Kami klarifikasi para pihak berwenang. SPPG, dinkes, dan kepala sekolah,’’ terang polisi lulusan Akpol 2006 itu. (sab/kza)

