BOJONEGORORAYA – Dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bojonegoro resmi memiliki tokoh baru. Yakni, Cantika Wahono. Dia dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Bojonegoro, Jumat (10/10/2025) pagi.
Pengukuhan istri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebagai Bunda PAUD Bojonegoro itu, berlangsung di Ballroom KH Hasyim Asyari, Kantor Pusat BMT NU Ngasem turut Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Sejumlah Bunda PAUD Bojonegoro tingkat kecamatan serta desa/kelurahan turut dikukuhkan pula. Semuanya kompak mengenakan batik aneka motif dan warna. Berselempang khas Bunda PAUD.
Wakil Bupati Bojonegoro (Wabup) Nurul Azizah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro M. Anwar Muktadlo, dan beberapa tamu undangan lainnya, hadir dalam agenda itu. Guyub. Meriah.


Cantika Wahono menyampaikan rasa syukur atas amanah barunya sebagai Bunda PAUD Bojonegoro. Dia mengajak semua Bunda PAUD se-Bojonegoro semakin berdedikasi untuk masyarakat. Terutama, dalam mendidik anak-anak.
‘’Mari didik anak sepenuh hati. Agar, mereka tumbuh cerdas, berakhlak, dan mandiri,’’ tuturnya, Jumat (10/10/2025) pagi.
Perempuan juga Ketua TP PKK Bojonegoro dan Dekranasda Bojonegoro itu menandaskan, Bunda PAUD punya peran krusial perihal tersebut. Ke depan, harus ditingkatkan. Mesti lebih bermutu.
‘’Demi mewujudkan generasi emas 2045,’’ imbuh perempuan bergelar doktor, akademikus Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Nurul Azizah menyampaikan selamat atas pengukuhan Cantika Wahono sebagai Bunda PAUD Bojonegoro. Termasuk, juga para perempuan lain yang dikukuhkan menjadi Bunda PAUD tingkat kecamatan serta desa/kelurahan.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro itu berharap, amanah tersebut diemban sepenuh hati. Bersama-sama mewujudkan generasi Bojonegoro yang emas, cerdas, sehat, dan berkarakter. Sejak usia dini.
M. Anwar Muktadlo menyampaikan hal senada. Dia optimistis, para Bunda PAUD se-Bojonegoro dapat semakin baik dalam mendidik anak-anak usia dini di Bojonegoro. Mewujudkan generasi emas 2045.
Untuk diketahui, pengukuhan Bunda PAUD Bojonegoro itu turut diisi Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun. Juga diselingi pertunjukan seni tari. Diperagakan anak-anak dan para guru PAUD. (sab/kza)


