BOJONEGORORAYA — Belum setahun, target Pemkab Bojonegoro di bawah Bupati Wahono dan Wabup Nurul Azizah ihwal produksi padi, sudah tercapai.
Kini, besarnya produksi padi di Bojonegoro tidak lagi peringkat tiga se-Jawa Timur (Jatim). Sudah naik ke peringkat dua. Sukses ungguli Ngawi. Sesuai mimpi.
Hal itu sebagaimana dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim per September 2025. Dirilis dalam Berita Resmi Statistik (BRS) 55/11/35/Th. XXIII, Senin (3/11/2025).
Dalam BRS itu, produksi padi di Bojonegoro tercatat sebanyak 886.443 ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi padi di Ngawi sebanyak 775.466 ton GKG.
Sedangkan, produksi padi terbesar nomor satu se-Jatim masih dipegang Lamongan. Di Kota Soto itu, produksinya padi tercatat sebanyak 905.000 ton GKG.
Pemkab Bojonegoro tentu menyambut baik capaian itu. Wabup Nurul Azizah bersyukur produksi padi di Bojonegoro sukes melampaui Ngawi.
“Alhamdulillah target tersebut tercapai,” tuturnya saat diwawancara Bojonegoro Raya di Kompleks Pemkab Bojonegoro, Kamis (6/11/2025) siang.
Menurut dia, capaian itu buah kerja sama dan kerja keras semua pihak di bidang pertanian. Mulai jajaran birokrasi, petani, dan stakeholder lainnya.
“Bupati Wahono memang punya komitmen kuat di bidang pertanian,” lanjut mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro tersebut.
Komitmen itu, kata dia, saat ini sudah dimandatkan dan diejawantahkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro.
“Melalui program-program strategis (DKPP Bojonegoro, red) yang sudah direalisasikan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Bupati Wahono mengutarakan target produksi padi di Bojonegoro jadi terbesar kedua se-Jatim, dalam beberapa kesempatan.
Salah satunya, saat dia menghadiri Tradisi Wiwit Panen Raya di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro pada akhir Juni 2025 lalu. (sab/kza)

