Festival Pisang Ngambon, Wabup Nurul Azizah: Langkah Awal Angkat Potensi Lokal

APRESIASI: Wabup Nurul Azizah saat mengunjungi stand UMKM dalam Festival Pisang Ngambon, Sabtu (13/12/2025) siang. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Kecamatan Ngambon, Bojonegoro, nduwe guwe. Masyarakat dan pemerintah kecamatan setempat gugur gunung menggelar Festival Pisang Ngambon.

Festival itu berlokasi di Halaman Kantor Kecamatan Ngambon. Diselenggarakan dua hari, pada Sabtu (13/12/2025) dan Minggu (14/12/2025) ini. Tagline-nya Kalah Rupo Menang Roso.

Dalam festival, ada beberapa sajian. Di antaranya, aneka makanan berbahan pisang asal Kecamatan Ngambon. Hasil olahan puluhan UMKM di Kecamatan Ngambon.

Sabtu (13/12/2025) siang, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah dan jajaran medhayoh ke Kecamatan Ngambon. Menilik dan membuka Festival Pisang Ngambon.

Tiga di antara jajaran Wabup Nurul Azizah itu Kepala Disbudpar Bojonegoro Welly Fitrama, Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani, dan Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati.

Dalam sambutan, Wabup Nurul Azizah mengaku senang atas terselenggaranya Festival Pisang Ngambon. Dia mengapresiasi masyarakat serta Pemerintah Kecamatan Ngambon.

‘’Selamat dan sukses atas terselenggaranya Festival Pisang Ngambon ini,’’ tuturnya, Sabtu (13/12/2025) siang.

Wabup Nurul Azizah meneruskan, Festival Pisang Ngambon baru digelar sekali. Baru tahun ini. Jika tampak ada kekurangan, tidak masalah. Sebab, memang baru pertama.

‘’Ini (Festival Pisang Ngambon, red) yang perdana. Kami berharap, bisa digelar lagi di tahun-tahun berikutnya,’’ imbuhnya.

Sehingga, tutur Wabup Nurul Azizah, Festival Pisang Ngambon bisa menjadi agenda tahunan di Kecamatan Ngambon. Menjadi ikon bagi Kecamatan Ngambon.

‘’Festival Pisang Ngambon ini langkah awal untuk mengangkat potensi lokal,’’ jelas mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro itu.

Mewakili masyarakat dan jajarannya, Camat Ngambon M. Ridwan Sayyadi menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan apresiasi Wabup Nurul Azizah atas Festival Pisang Ngambon.

Dia meneruskan, sedikitnya ada 38 UMKM yang menyajikan aneka olahan pisang dalam Festival Ngambon. Puluhan UMKM itu berasal dari seluruh desa di Kecamatan Ngambon.

Baca Juga :  APBD Bojonegoro 2026 Ditetapkan Rp 6,5 Triliun, Cakup Sembilan Program Prioritas

‘’Pisang yang diolah terdiri dari empat jenis. Yakni, pisang raja, pisang susu, pisang mulyo, dan pisang kepok,’’ ungkapnya.

Ridwan sapaannya mengatakan, empat jenis pisang itu mungkin mudah ditemui di pasaran atau di daerah lain. Namun, dia mengklaim, yang dari Kecamatan Ngambon, berbeda.

‘’Pisang (dari kecamatan, red) Ngambon punya rasa yang lebih khas dan aroma yang lebih kuat,’’ tandasnya.

Oleh karena itu, mantan Sekretaris Disbudpar Bojonegoro tersebut mengemukakan, pisang dari Kecamatan Ngambon menjadi primadona. Diburu pasar. Sampai ke luar Bojonegoro.

‘’Potensi pisang di Kecamatan Ngambon perlu didukung banyak pihak. Agar, bisa diolah lebih kreatif, dipasarkan lebih luas,’’ tuturnya. (sab/kza)