Wabup Nurul Azizah Rembug dengan Pedagang Pasar Kota, Bahas Revitalisasi hingga Relokasi

INTERAKTIF: Wabup Nurul Azizah saat menanggapi salah satu pedagang Pasar Kota Bojonegoro dalam rembug, Rabu (15/1/2026) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Sekitar 100 pedagang Pasar Kota Bojonegoro melawang ke Pemkab Bojonegoro, Rabu (14/1/2026) siang. Tua, muda. Bapak-bapak, ibu-ibu.

Para anggota Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro tersebut hadir dalam rembug diselenggarakan Pemkab Bojonegoro di Ruang Angling Dharma.

Pada momen itu, para pedagang Pasar Kota Bojonegoro disambut hangat Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah dan jajaran. Adem. Guyub. Gayeng. Interaktif.

Satu pokok dibahas dalam rembug tersebut yakni, kesiapan Pemkab Bojonegoro dan para pedagang Pasar Kota Bojonegoro perihal revitalisasi pasar setempat pada 2026 ini.

Dalam sambutannya, Kepala DisdagkopUM Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, Pemkab Bojonegoro sudah siap merevitalisasi Pasar Kota Bojonegoro tahun ini.

Secara teknis konstruksi, revitalisasi pasar legend tersebut akan ditangani Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro.

Sementara, DisdagkopUM Bojonegoro bagian berkoordinasi dengan para pedagang dalam mengatur tata kelola Pasar Kota Bojonegoro seiring bergulirnya revitalisasi.

Salah satunya, DisdagkopUM Bojonegoro telah menyiapkan tempat relokasi untuk para pedagang Pasar Kota Bojonegoro. Agar, tetap bisa berdagang selama revitalisasi.

‘’Ada dua tempat (relokasi, red) yang disiapkan. Di Pasar Wisata dan Pasar Banjarejo,’’ ujarnya.

Eks Kepala Dinas PU Bina Marga Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro itu memastikan, dua pasar tersebut mampu menampung para pedagang Pasar Kota Bojonegoro.

‘’Kami sudah hitung ketersediaan lapaknya. Dipastikan cukup. Bisa menjadi tempat relokasi,’’ jelasnya.

Jejak Demonstrasi dan Janji yang Ditepati

Setelah Retno Wulandari, ganti Wabup Nurul Azizah memberikan sambutan. Sebelum berkata banyak, dia mengajak para pedagang Pasar Kota Bojonegoro melihat layar videotron.

Dalam layar dimaksud, tayang video demonstrasi ratusan pedagang Pasar Kota Bojonegoro di depan Kompleks Pemkab Bojonegoro pada 2022 lalu. Menolak pindah ke Pasar Wisata.

Baca Juga :  Multi Stakeholder Forum PLN UP3 Bojonegoro, Wujudkan Sinergi Satu Energi

‘’Ini kenangan ketika jenengan semua menolak dipindah. Luar biasa sekali waktu itu. Dipindah no, dibangun yes,’’ tutur Wabup Nurul Azizah.

Setelahnya, diputar video ketika Setyo Wahono dan Nurul Azizah berkunjung ke Pasar Kota Bojonegoro dalam rangka Pilkada Bojonegoro 2024. Ada janji tentang pembangunan.

‘’Tahun ini, janji itu ditepati. Pasar Kota Bojonegoro akan dibangun. Oleh sebab itu, kami undang jenengan ke sini,’’ imbuh Wabup Nurul Azizah.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro itu memastikan, revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro akan melibatkan partisipasi para pedagang. Meminta pertimbangan.

‘’Desainnya seperti apa, nanti akan ditunjukkan. Kira-kira cocok atau belum, dan sebagainya,’’ tuturnya.

Perihal desain tersebut, kata Wabup Nurul Azizah, saat ini sedang dimatangkan DPKPCK Bojonegoro. Yang sudah jelas, Pasar Kota Bojonegoro nanti akan berlantai tiga.

‘’Tatanannya seperti apa, masih bisa diutak-atik. Nanti kita rembugan lagi ketika desainnya sudah klir,’’ jelasnya.

Namun, Wabup Nurul Azizah membocorkan, Pasar Kota Bojonegoro akan sangat estetik dan multifungsi. Terkoneksi dengan Alun-Alun Bojonegoro serta Taman Bengawan Solo (TBS).

‘’Pasar, taman, dan bengawan akan menjadi satu kesatuan. Pusat ekonomi sekaligus hiburan,’’ ungkapnya.

Wabup Nurul Azizah bahkan berseloroh, jika di Jakarta saat ini ada Pantai Indah Kapuk (PIK), di Bojonegoro nanti ada Pinggir Indah Nggawan (Pig). Meliputi pasar kota, alun-alun, dan TBS.

‘’Pembangunan akan dilakukan selama dua tahun anggaran. Pada 2026 ini dan 2027 mendatang,’’ lanjutnya.

Pembangunan setelah Lebaran, Usul Relokasi di Gedung Serbaguna

Saat diberi kesempatan berbicara, Legal Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Agus Rismanto mengatakan, pihaknya sangat bersyukur Pasar Kota Bojonegoro direvitalisasi tahun ini.

‘’Ini yang diperjuangkan kami. Dipindah no, dibangun yes. Terima kasih, Pemkab Bojonegoro,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Istimewa Sertijab Setyo Wahono--Nurul Azizah, Dihadiri Khofifah

Perihal akan seperti apa desain revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro, pria akrab disapa Gus Ris itu menyebut, para pedagang tidak akan mengintervensi berebihan.

‘’Kami tidak akan rewel soal desain. Kami manut. Sudah nyata akan dibangun, kami sudah senang sekali,’’ ungkapnya.

Perihal aset tanah Pasar Kota Bojonegoro,  lanjut mantan anggota DPRD Bojonegoro itu, pihaknya juga telah mafhum jika aset tersebut milik Pemkab Bojonegoro.

‘’Maka, ketika revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro sudah jadi, kami bersedia untuk dikenakan sistem sewa,’’ lanjutnya.

Yang berlainan dengan Pemkab Bojonegoro, kata Gus Ris, hanyalah soal tempat relokasi. Pihaknya tidak setuju jika direlokasi di Pasar Wisata maupun Pasar Banjarejo.

‘’Kami usul, relokasinya di Gedung Serbaguna saja. Tidak jauh dari Pasar Kota Bojonegoro,’’ jelasnya.

Jika Pemkab Bojonegoro hendak menarik biaya sewa atas penggunaan Gedung Serbaguna, tidak apa. Para pedagang akan menyanggupi. Sudah ada kalkulasi. Dinilai cukup.

‘’Gedung Serbaguna yang paling cocok untuk relokasi. Kami sudah survei. Kami hitung kapasitasnya, pas,’’ tandasnya.

Jika dipaksa menempati Pasar Wisata dan Pasar Banjarejo, Gus Ris menyatakan, pihaknya sangat keberatan. Selain jauh, juga ada luka trauma. Khususnya, Pasar Wisata.

‘’Pasar (Pasar Wisata, red) itu hampir menggusur kami. Ada trauma. Berat untuk menempatinya,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Gus Ris mengusulkan, revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro dimulai setelah Lebaran 2026. Agar, Pasar Kota Bojonegoro masih normal saat ekonomi berputar kencang.

Menanggapi usul Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Wabup Nurul Azizah menyatakan, pihaknya akan mempertimbangkan. Khususnya, soal relokasi di Gedung Serbaguna.

‘’Kami pertimbangkan. Nanti di-rembug lagi. Insyaallah nanti ketemu baiknya bagaimana,’’ tuturnya.

Perihal pembangunan Pasar Kota Bojonegoro dimulai setelah Lebaran 2026, Wabup Nurul Azizah menyatakan, itu bisa dipenuhi. Secara teknis, akan diatur oleh DPKPCK Bojonegoro.

Baca Juga :  Bocoran Investasi 2026 di Bojonegoro: Ada Industri Garmen, Sepatu, dan Rokok

‘’Nanti itu akan diatur oleh Pak Tito (Kepala DPKPCK Bojonegoro Satito Hadi, red),’’ jelasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!