BOJONEGORORAYA — Serampung beragenda di Pendapa Malawapati, Rabu (21/1/2026) siang, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilik Sekolah Rakyat Bojonegoro.
Dalam kunjungan di sekolah menempati Gedung Pusdiklat Pemkab Bojonegoro turut Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander itu, dia didampingi aneka pihak.
Di antaranya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah, hingga perwakilan Forkopimda Bojonegoro.
Para siswa, wali siswa, dan segenap pendidik Sekolah Rakyat Bojonegoro pun menyambut rombongan menteri akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Sejumlah bakat ditampilkan para siswa sekolah rakyat jenjang SMA itu. Hadrah, lukis, tari, paduan suara, pencak silat, hingga pidato Bahasa Inggris dan Arab.
Gus Ipul juga terlibat dialog dengan para siswa–wali siswa Sekolah Rakyat Bojonegoro. Terasa dekat. Hangat. Lalu, haru.
Kepada Gus Ipul, para siswa Sekolah Rakyat Bojonegoro bersyukur bisa belajar di sekolah gratis hasil kebijakan Presiden Prabowo tersebut.
Anak-anak dari keluarga kurang mampu itu juga bercerita ihwal cita dan mimpinya di masa depan. Kemapanan yang baru dapat dibayangkan.
Para wali siswa Sekolah Rakyat Bojonegoro pun mengutarakan rasa syukurnya. Para orang tua kurang mampu itu, merasa sangat terbantu.
Salah satunya, Sri Rohana. Wali siswa asal Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu itu sangat bersyukur dengan hadirnya sekolah rakyat.
Dia menuturkan, keluarganya selama ini tidak berpenghasilan tetap. Suami dan dirinya, buruh tani. Berat menanggung biaya pendidikan anaknya.
‘’Dulu, waktu anak kami SMP, kami sampai sering tidak memberinya uang saku. Kami minta dia puasa dulu,’’ kenangnya pilu.
Kini, di Sekolah Rakyat Bojonegoro, anaknya mengeyam pendidikan lebih enak. Biaya sekolah, asrama, makan, dan kebutuhan lainnya, gratis.
Sri Rohana melanjutkan, karakter anaknya juga lebih baik semenjak dididik di Sekolah Rakyat Bojonegoro. Lebih santun, semakin disiplin.
Sementara itu, Gus Ipul tampak terharu dengan cita, mimpi, dan cerita-cerita dituturkan siswa maupun wali siswa Sekolah Rakyat Bojonegoro.
Dia menyebut, Sekolah Rakyat Bojonegoro yang belum genap setahun, sudah berjalan baik. Benar-benar tidak sekadar mengajar, tapi juga mendidik.
‘’Tidak hanya menekankan capaian akademik siswa, tapi juga perbaikan karakternya,’’ tuturnya.
Sebab itu, kata Gus Ipul, lingkungan belajar di sekolah rakyat wajib selalu aman, manusiawi, penuh empati, menumbuhkan disiplin. (sab/kza)

