BOJONEGORORAYA – Figur-figur Dewan Pendidikan Bojonegoro yang nantinya terpilih harus bisa mewadahi aspirasi semua sekolah negeri maupun swasta.
Cakap memberi solusi dan ke bijakan inklusif. Elemen dan organisasi pendidikan menaruh harapan besar terhadap seleksi Dewan Pendidikan Bojonegoro.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bojonegoro Khuzaeni mengatakan, Dewan Pendidikan harus mampu meningkatkan mutu, pemerataan dan transparansi pendidikan.
Bisa berkolaborasi aktif dengan sekolah dan masyarakat. Memberikan solusi konkret problema pendidikan.
“Wadah aspirasi masyarakat. Menjadi jembatan efektif antara masyarakat, orang tua, dan sekolah, merumuskan kebijakan pendidikan,” katanya Jumat (10/4/2026).
Khuzaeni mengatakan, Dewan Pendidikan mampu pengawasan konstruktif. Memberi solusi kreatif dan inovatif suatu permasalahan pendidikan.
“Kami harap sosok mempunyai jiwa pengabdian dan rela berkorban. Mempunyai visi dan misi bidang pendidikan,” tutur mantan sekretaris dinas pendidikan (disdik) tersebut.
Jembatan Aspirasi Guru Semua Sekolah-Madrasah
Ketua Forum Guru Swasta Nasional Indonesia (FGSNI) Bojonegoro Muhamad Burhanudin menambahkan, Dewan Pendidikan memiliki peran strategis mendorong kebijakan adil. Inklusif. Menyentuh seluruh sekolah.
“Tidak hanya memfasilitasi kepentingan guru dan lembaga di bawah dinas pendidikan, juga menjembatani aspirasi guru swasta madrasah,” ujarnya.
Burhan menegaskan, kebijakan pendidikan daerah seharusnya tidak membedakan antara sekolah dan madrasah. Guru swasta madrasah juga memiliki kontribusi besar.
Sudah seharusnya setara dalam kebijakan, program, dan dukungan pemerintah daerah.
“Termasuk madrasah dan guru swasta selama ini berjuang mencerdaskan anak bangsa,” jelasnya.
Dia berharap, dewan pendidikan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Sehingga sistem pendidikan di Bojonegoro berkembang merata. Inklusif dan berkeadilan membawa kesejahteraan seluruh guru, baik negeri maupun swasta. (man/kza)


