BOJONEGORORAYA – Animo car free day (CFD) mulai menyebar ke desa-desa dan kecamatan. Tidak lagi hanya di jantung kota, Alun-Alun Bojonegoro. Warga senang. Riang.
Sebagian desa telah menginisiasi hari bebas asap kendaraan tersebut. Memanfaatkan jalan poros desa dan panorama alam. Melibatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Agenda santai dan berolahraga berlangsung setiap minggu pagi itu menjadi ceruk baru pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM bergerak.
Misalnya, Minggu (15/2) pagi CFD Desa Sugihwaras, Kecamatan Kepohbaru, bergeliat. Memanfaatkan jalan poros desa, membelah bentang sawah. Setiap minggu, masyarakat tumpah ruah mengikuti CFD.
“Awalnya dari obrolan biasa teman-teman karang taruna. CFD di desa kami sudah berjalan kali keempat. Kali kelima Minggu ini (15/2/2026),” tutur Ketua Karang Taruna Desa Sugihwaras Maryono.
Menurut Maryono, CFD di desanya telah melibatkan 273 UMKM. Melibatkan UMKM warga lokal dan tetangga desa. Bahkan, hingga pedagang dari Kecamatan Babat, Lamongan, ikut andil berjualan.
“Adanya CFD ini mengangkat UMKM dan eknomi lokal,” tuturnya dengan optimisme.
Butuh strategi dan suguhan baru saat menggelar CFD. Karang Taruna Sugihwaras, menurut Maryono, berencana membuat hal baru ditonjolkan setiap minggunya. Menyesuaikan tema agar pengunjung tidak jenuh.

Desa Sumuragung Baureno Gelar CFD di Wisata Tebing Gupit
Virus CFD seakan menjalar. Tren. Warga Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, juga menggelar CFD dengan menonjolkan parorama. Lokasinya di Wisata Tebing Gupit. Sensasi CFD di dataran tinggi.
Baru berjalan kali kedua Minggu (15/2) ini. Telah menarik animo ribuan masyarakat berbagai desa.
Camat Baureno Dery Aprilian mengatakan, CFD di Desa Sumuragung inovasi kolaboratif antara pemerintah desa melalui BUMDes, kecamatan, dan masyarakat. Menghadirkan ruang publik sehat, produktif, dan bernilai wisata.
“Fakta bahwa kegiatan ini digelar rutin menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi masyarakat,” tutur pria pernah menjabat kabid di dinas pemuda dan olahraga.
Dery mengatkan, bazar UMKM lokal menjadi sarana promosi sekaligus peningkatan pendapatan. Melalui CFD tumbuh aktivitas positif mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif desa.
“Meningkatnya kunjungan masyarakat, perputaran ekonomi desa semakin hidup. Berdampak pada kesejahteraan warga,” tutur Dery.

CFD Ngasem Bersamaan Pasaran Desa
CFD juga tumbuh di wilayah barat Bojonegoro. Persisnya CFD di poros jalan Kecamatan Ngasem. Simpang Empat Ngasem (perampatan). CFD sudah berjalan ini terbukti menumbuhkan perekonomian UMKM.
Uniknya, Jadwal CFD di Ngasem menggunakan pasaran jawa. Yakni, setiap Minggu Legi. Masyarakat tumpah ruah di jalan poros Kecamatan Ngasem.
“Sudah dimulai setahun lalu, awalnya ada 58 UMKM. Sekarang yang berdagang bertambah banyak,” tutur Perangkat Desa Ngasem Agus Setya Utama.
Menurut Agus, tersebarnya CFD di beberapa tempat menjadi peluang baru pertumbuhan ekonomi. CFD tidak hanya rutinitas olahraga, juga sebagai penggerak ekonomi lokal.
“CFD menyebar ini tambah bagus. Menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya. (man/kza)




