Belum Dibangun, Alun-Alun Bojonegoro Makin Ramai, Asyiknya Lesehan di Rerumputan

19/04/2026
HiBURAN: Dua anak bermain baling-baling lampu hias di Alun-Alun Bojonegoro. Malam minggu menjadi waktu tepat bersantai dan duduk lesehan di rerumputan alun-alun. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Lesehan di rerumputan hijau Alun-Alun Bojonegoro, kini menjadi denyut hiburan saat akhir pekan. Warga berdatangan, menikmati hamparan rumput alun-alun selama Sabtu malam.

Anak-anak berlarian di rerumputan. Riang. Gelak tawa anak-anak berderak di atas rerumputan Alun-Alun Bojonegoro Sabtu (18/4) malam. Keceriaan dan kehangatan keluarga mengisi sudut-sudut wahana permainan.

Duduk santai berkumpul keluarga di rerumputan alun-alun yang begitu luas. Lampu sorot di empat titik membawa suasana temaram. Sahdu. Remaja bermalam minggu.

Malam minggu menjadi pelepas penat masyarakat usai menjalani aktivitas yang padat. Waktu tepat mengajak anak hiburan usai seminggu lelah bersekolah.

‘’Kalau malam minggu beberapa kali mengajak anak-anak ke sini (rerumputan alun-alun) untuk bermain,” tutur Sofiyatin salah satu pengunjung saat ditemui Bojonegoro Raya.

WAHANA MAIN: Anak-anak bermain mobil remote. Hamparan alun-alun Bojonegoro yang luas membuat anak-anak riang. Nyaman. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya).

Rerumputan Alun-Alun Bersih dan Luas

Pantauan lokasi, anak-anak bermain baling-baling lampu hias. Warna-warni. Melepas baling-baling seperti ketapel. Tampak asyik sekali. Ada juga mengendarai mobil mainan dengan remote.

Bergerak layaknya pembalap. Menyisir rerumputan hijau layaknya sirkuit tanpa takut bensin (BBM) habis. Di sudut selatan, orang tua memantau anaknya dengan lesehan.

Sebagian anak dan kawula muda menggores tinta warna di atas styrofoam bergambar. Mewarnai. Menyulam kekosongan warna di antara rerumputan alun-alun kota yang rencananya akan dibangun tersebut.

Menurut Sofiatin, alasannya datang ke alun-alun ada beberapa wahana bisa menjadi hiburan anaknya. Rerumputan luas dan bersih membuat keluarganya anteng. Kerasan.

‘’Kalau wahananya ditambah mungkin akan lebih ramai lagi yang datang,” tutur ibu asal Desa Bangilan, Kecamatan Kapas tersebut.

Meski hujan mengguyur beberapa hari lalu, tekstur tanah dan rerumputan alun-alun tidak becek. Tribun alun-alun juga ramai, warga bersantai. Menikmati malam, tahu petis, dan gorengan.

Baca Juga :  Anggaran Revitalisasi Tiga Ruang Publik Bojonegoro Dipasang Rp 130,5 miliar
HIBURAN KELUARGA: Anak-anak bermain baling-baling lampu hias di altar rerumputan Alun-Alun Bojonegoro. Ketika malam Minggu, warga semakin lesehan dan santai di rerumputan. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya)

Kalau Dibangun, Berharap Tetap Asri dan Banyak Pohon

Angga salah satu pengunjung mengatakan, warga butuh ruang terbuka hijau yang nyaman. Terlebih fasilitas memadai. Terutama wahana untuk anak-anak bermain.

Ia berharap, rencana pembangunan alun-alun jangan sampai mengubah kenyamanan dan keasrian.

‘’Kalau ada pembangunan alun-alun kami harap tetap bisa nyaman dan masih banyak pepohonan,” harapnya

Adapun, Pemkab Bojonegoro berencana merevitalisasi alun-alun sejak 2025 lalu. Mulai perencanaan hingga penyusunan detail engineering design (DED). Sedangkan, pelaksanaan pengerjaan pada 2026 ini.

Anggaran pembangungan alun-alun sekitar Rp 28 miliar. Proyek alun-alun ini juga menjadi proyek strategis daerah (PSD). Menjadi prioritas. (man/kza)

error: Content is protected !!