BOJONEGORORAYA — Setiap tahun, rukyatulhilal memastikan awal bulan Ramadan maupun Syawal di Bojonegoro selalu dilaksanakan di Bukit Wonocolo.
Beberapa tahun terakhir, hilal tidak terlihat dalam rukyatulhilal di bukit turut Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro tersebut.
Terbaru, dalam rukyatulhilal awal Ramadan 2026 pada Selasa (17/2/2026) sore, hilal juga tidak tampak dari bukit berjarak sekitar 35 dari perkotaan Bojonegoro itu.
Namun demikian, tidak ada wacana pergantian lokasi untuk penyelenggaraan rukyatulhilal mendatang. Bukit Wonocolo masih menjadi pilihan.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Amanullah menyatakan, Bukit Wonocolo tetap ideal menjadi lokasi rukyatulhilal.
Sebab, kata Amanullah, Bukit Wonocolo merupakan salah satu lokasi tertinggi di Bojonegoro. Bisa melihat ufuk barat secara cukup jelas.
‘’Selain itu, ada nilai historis. Pada 2012, hilal pernah terlihat di (Bukit Wonocolo, red) sini,’’ ujarnya, Selasa (17/2/2026) sore.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Bojonegoro Mochammad Charis menambahkan, pemilihan Bukit Wonocolo sebagai markaz rukyatulhilal sudah dikaji.
‘’Tidak semata-mata karena faktor ketinggian. Tapi juga melalui sejumlah survei dan pertimbangan teknis,’’ terangnya.
Dia menyebut, salah satu pertimbangan teknis ialah Bukit Wonocolo punya pandangan ke ufuk barat yang luas. Sisi kiri dan kanannya terbuka.
‘’Keterbukaan pandangan ke ufuk barat ini menjadi faktor utama,’’ jelas pria yang juga Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro itu. (sab/kza)

