Efisiensi Anggaran menjadi Tantangan Megaproyek JLS Bojonegoro

PROYEKSI: Pemkab Bojonegoro dan Tim Universitas Gajdah Mada saat pemaparan megaproyek JLS Bojonegoro. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA — Pemkab Bojonegoro telah bulat untuk menggarap megaproyek jalan lingkar selatan (JLS). Efisiensi anggaran menjadi salah satu tantangan.

Sebab, itu instruksi Presiden Prabowo. Dan, postur anggaran Pemkab Bojonegoro tengah menyusut pula. Imbas pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Menyikapi itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, megaproyek JLS akan dilaksanakan dengan efisiensi anggaran. Tanpa mengurangi nilai dan fungsinya untuk masyarakat.

‘’Kita dorong konsep yang efisien dan minimalis. Namun, tetap visioner,’’ ujarnya dalam pemaparan megaproyek JLS bersama Tim Universitas Gadjah Mada, Rabu (18/2/2026) lalu.

Dalam pemaparan di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro tersebut, dia menjelaskan, efisiensi anggaran bisa diakomodir via pendetailan serta efisiensi lahan, layout, dan struktur JLS.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro Chusaifi Ivan menjelaskan, saat ini studi kelayakan megaproyek JLS sudah klir.

“Tahun ini kita lanjutkan menyusun detailed engineering design. Pengadaan lahan, penyusunan amdal, dan andalalin akan dilaksanakan secara paralel,” terangnya.

Diketahui, hingga saat ini, Pemkab Bojonegoro belum mengisar anggaran yang dibutuhkan untuk megaproyek JLS. Namun, anggaran untuk pembangunan JLS semestinya besar.

Sebagai perbandingan, konstruksi megaproyek JLS Tuban menelan anggaran sedikitnya Rp 250 miliar. Pembebasan lahannya Rp 152 miliar. Lahan dibebaskan 372.769.25 m².

Total panjang JLS dibangun secara konkruen oleh Pemkab Tuban dan pemerintah pusat pada 2019–2024 tersebut sekitar 19 kilometer. Terdiri dari dua sisi atau carriageway.

Sementara, JLS Bojonegoro direncanakan memiliki panjang sekitar 17–20 kilometer. Dua sisi. Melintasi empat kecamatan. Akan ada jembatan. Juga akan ada flyover di kedua ujungnya.

Adapun, dua ujung JLS Bojonegoro direncanakan di Desa Kabunan, Kecamatan Balen dan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu. Bersinggungan dengan Jalan Raya Babat–Bojonegoro–Cepu. (sab/kza)

Baca Juga :  Dinkominfo Bojonegoro Raih Juara 3 JPRA 2025, Website Terbaik setelah Malang dan Surabaya 
error: Content is protected !!