BOJONEGORORAYA — Rencana Pemkab Bojonegoro mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang secara penuh awal 2026 ini, meleset.
Sejak selesai dibangun pada akhir 2025, RSUD anyar di tepi Jalan Raya Bojonegoro–Nganjuk itu masih beroperasi secara trial atau uji coba.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati mengakui itu. Namun, pengoperasian RSUD Temayang secara penuh, terus dimatangkan.
Apakah RSUD Temayang bisa beroperasi penuh mulai bulan ini, pejabat akrab disapa Ninik tersebut ragu-ragu. Perkiraannya, bulan depan.
‘’Sepertinya April 2026,’’ ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Rabu (4/3/2026) siang.
Saat ini, mantan Direktur RSUD Padangan itu menuturkan, pihaknya sedang menyesuaikan tata ruang dan alur pasien RSUD Temayang.
‘’Menindaklanjuti hasil visitasi tim dari Provinsi Jatim beberapa waktu lalu,’’ jelasnya.
Ninik melanjutkan, proses terkini terhadap RSUD Temayang tersebut dalam rangka mendapatkan izin operasional yang hingga kini belum terbit.
‘’Saat beroperasi penuh, RSUD Temayang punya lima layanan spesialis dengan 12 dokter spesialis,’’ pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, RSUD Temayang berdiri di atas lahan seluas 23.500 meter persegi. Luas bangunan 10.078 meter persegi. Tiga lantai.
Pembangunan RSUD tipe D itu bergulir tiga tahun. Pada 2023, pagu anggaranya Rp 20,5 miliar. Pada 2024, Rp 50,9 miliar. Pada 2025, Rp 2,9 miliar
Perihal isi, RSUD Temayang memiliki ruang rawat inap kelas VIP, kelas I, II, III, serta ruang ICU, NICU, UGD, dan ruang operasi.
Sedangkan, fasilitas penunjang di RSUD Temayang meliputi instalasi farmasi, laboratorium, radiologi dengan CT Scan, serta pelayanan gizi.
Kamis (18/12/2025) lalu, RSUD Temayang soft opening. Seremoninya dihadiri Bupati Wahono dan Wabup Nurul Azizah. (sab/kza)

