Kisah Pendidikan dari Kecamatan Kedewan (4)

Koleksi Buku Terbatas, Daya Baca Meranggas

BERKOLONG: Rak buku di perpustakaan SMPN 1 Kedewan tidak terisi penuh. Butuh buku. (Foto: Lukman Hakim/Bojonegoro Raya)

KOLEKSI buku di perpustaakaan sekolah pedalaman masih terbatas. Ruang baca butuh sentuhan. Hal seperti itu juga dialami SMPN 1 Kedewan.

Secara umum, ruang baca atau perpustakaan SMPN 1 Kedewan cukup bagus. Lokasinya di samping kantor sekolah. Lengang.

Sejumlah buku bertumpuk di rak. Tidak banyak. Rak tidak terisi penuh. Banyak rak kosong, menyisakan kolong.

Kepala SMPN 1 Kedewan Wahyudiono mengatakan, pihaknya mengandalkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk membeli buku.

Namun, buku yang dibeli dari dana BOS tidak bisa banyak. Mengingat, dana BOS terbatas jumlahnya, banyak penggunaannya.

Wahyudiono menyebut, pihaknya membuka pintu bagi pihak-pihak yang ingin menyumbangkan buku-buku. SMPN 1 Kedewan menerima.

Lebih lanjut, Wahyudiono mengutarakan, administrasi di perpustakaan SMPN 1 Kedewan cukup tertata. Seluruh buku diberi label.

‘’Setiap siswa yang pinjam buku, dicatat. Diminta mengembalikan tepat waktu. Mengajari disiplin,” jelasnya kepada Bojonegoro Raya, Rabu (22/4/2026) pagi. (man/sab/kza)

— Artikel ini bagian dari Majalah Pintar yang diterbitkan Bojonegoro Raya, Sabtu (2/5/2026) lalu. Menepati Hari Pendidikan. Beredar digital, dalam format pdf dan flipbook.

Baca Juga :  Bupati Wahono: Pustakawan Harus Mampu Memengaruhi Masyarakat
error: Content is protected !!