BOJONEGORORAYA — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro mengatensi geliat pers mahasiswa di Bojonegoro—Tuban.
Belasan mahasiswa mewakili lembaga pers mahasiswa (LPM) dari enam kampus di Bojonegoro—Tuban diajak berforum dan berdiskusi, Sabtu (15/11/2025) siang.
Mereka dari LPM Universitas Bojonegoro (Unigoro), Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Institut Sains Teknologi dan Kesehatan (Istek) Icsada.
Juga, dari IKIP PGRI Bojonegoro, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Al-Rosyid, hingga Institut Agama Islam (IAI) Al-Hikmah.
Dalam diskusi di Sekretariat AJI Bojonegoro itu, ada beberapa hal dibahas. Terutama, apa kendala dihadapi enam LPM tersebut dan bagaimana solusinya.
Hasilnya, satu kendala umum dihadapi enam LPM itu ialah minimnya pendampingan dari kampus terkait. Mereka jalan sendiri. Sebisanya.
Merespons hal tersebut, Anggota AJI Bojonegoro Yusab Alfa Ziqin dalam forum itu menyatakan, pihaknya bersedia memberikan pendampingan.
“AJI Bojonegoro siap mendampingi LPM. Tidak perlu risau soal biaya. Gratis saja,” ujarnya dalam forum itu.
Anggota AJI Bojonegoro bidang advokasi itu meminta, enam LPM tersebut berkolaborasi menginventarisir sejumlah kebutuhan yang diperlukan.
Misalnya, kebutuhan tentang memahami dan mempraktikkan jurnalisme dasar, riset, investigasi, fotografi, videografi, hingga mengelola organ media.
“Setelah terinventarisir, silakan serahkan kepada kami (AJI Bojonegoro, red). Nanti akan ditindaklanjuti,” tuturnya.
Yusab sapaannya meneruskan, perihal teknis pendampingan, AJI Bojonegoro tidak membatasi. Tempat, waktu, dan skemanya, bisa mengikuti LPM.
“Teknis pendampingan silakan ditentukan. Kami mengikuti. Pokok, kalian (LPM, red) saling menyepakati,” imbuhnya.
Nurul Ifadah, perwakilan LPM kampus STEBI Al-Rosyid menyambut baik kesediaan AJI Bojonegoro dalam melakukan pendampingan itu.
“LPM kami masih baru. Belum bergerak banyak. Senang AJI Bojonegoro bersedia mendampingi kami,” tuturnya.
Farhan, perwakilan LPM kampus Unigoro mengatakan hal senada. Dia menambahkan, forum diinisiasi AJI Bojonegoro itu sangat memfasilitasi.
“Kami jadi kenal kawan-kawan LPM kampus lain. Bisa berjejaring dan kolaborasi nanti,” terangnya.
Untuk diketahui, dalam forum diinisasi AJI Bojonegoro itu, memang turut diputuskan pembentukan satu komunitas sebagai wadah LPM di Bojonegoro—Tuban.
Apa nama komunitas itu, belum lagi ditentukan. Namun, komunitas itu jelas diharapkan menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi LPM di Bojonegoro—Tuban.
Selain itu, juga diharap menjadi cikal bakal berdirinya Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Bojonegoro yang menginduk ke Dewan Pers. (*)


