BOJONEGORORAYA – Sebanyak 2.000 anak PAUD dan TK di Kecamatan Kepohbaru, memenuhi Lapangan Desa Nglumber, kecamatan setempat, Kamis (18/6/2026) pagi.
Didampingi orang tua dan gurunya, para belia ceria itu mengikuti kegiatan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro.
Mula-mula, 2.000 anak TK dan PAUD itu senam bersama. Riang gembira. Sesudahnya, mereka menyantap ribuan telur program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) di Kecamatan Kepohbaru.
Yang istimewa, Ketua TP PKK Jawa Timur (Jatim) Arumi Bachsin hadir dalam kegiatan itu. Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak tersebut bersua dengan 2.000 anak PAUD dan TK.
Arumi Bachsin juga ikut senam bersama dan menikmati gizi telur Gayatri—produk ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) program Gayatri di Kecamatan Kepohbaru.
Ketua TP PKK Bojonegoro Cantika Wahono pun turut. Kepala Disdik Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo, Ketua Himpaudi dan IGTKI Bojonegoro yakni Siti Erwiyanti dan Anita Juliati, hadir pula.
Puas bercengkrama dengan 2.000 anak PAUD dan TK, Arumi Bachsin, Cantika Wahono, M. Anwar Mukhtadlo bergeser ke Balai Desa Nglumber di sisi Lapangan Desa Nglumber.
Di balai desa tersebut, Arumi Bachsin, Cantika Wahono, M. Anwar Mukhtadlo menjadi narasumber siniar membahas G7KAIH. Ketua Himpaudi Bojonegoro Siti Erwiyati menjadi moderator.

Arumi Bachsin mengatakan, dia terkesan dengan kegiatan G7KAIH di Lapangan Nglumber tersebut. Senang bisa menyapa 2.000 anak PAUD dan TK, senam bersama, dan menikmati telur Gayatri.
Arumi sapaannya meneruskan, G7KAIH perlu terus ditanamkan kepada anak-anak usia dini. Tujuh kebiasaan kecil itu sangat memengaruhi pertumbuhan mereka.
‘’Kita semua harus mendorong mereka (anak-anak, red) menerapkan G7KAIH dan memfasilitasinya,’’ tuturnya, Kamis (18/6/2026) pagi.
Ibu tiga anak ini menyebut, hak-hak anak pun perlu dipenuhi. Berikan mereka pendidikan yang tepat, gizi cukup, ajak berolahraga, hingga berimajinasi.
‘’Peran keluarga sangat penting terkait G7KAIH untuk anak-anak. Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama bagi mereka,’’ imbuhnya.
Maka, mafhum jika keluarga menjadi salah satu tantangan dalam penerapan G7KAIH. Dia pun berharap, seluruh keluarga mengerti dan menerapkan G7KAIH untuk buah hatinya.
‘’Keluarga harus mendukung (G7KAIH, red). Tidak boleh hanya mengandalkan guru-guru di sekolah,’’ tutur perempuan yang juga Ketua Dekranasda Jatim itu.
Cantika Wahono menuturkan hal serupa. Bunda PAUD Bojonegoro ini menambahkan, G7KAIH di Bojonegoro telah disesuaikan dengan program strategis Pemkab Bojonegoro, yakni Gayatri.
‘’Telur hasil program Gayatri, menjadi salah satu sumber gizi anak-anak di Bojonegoro. Membantu terwujudnya Indonesia Emas 2045,’’ terangnya, Kamis (18/6/2026) pagi.
Dengan demikian, program Gayatri telah berperan ganda. Tidak saja mengungkit ekonomi para KPM-nya. Namun, juga punya peran dalam mencukupi kebutuhan gizi anak—sesuai G7KAIH.
M. Anwar Mukhtadlo mengatakan hal senada. Menurut dia, G7KAIH dan program Gayatri punya hubungan erat. Dia menegaskan, program Gayatri sangat relevan dengan G7KAIH.
Di luar itu, M. Anwar Mukhtadlo menyatakan, Disdik Bojonegoro telah menggencarkan G7KAIH. Pembelajaran di PAUD dan TK di Bojonegoro, senantiasa sejalan dengan G7KAIH.
‘’Kami terus tekankan pembelajaran yang menyenangkan untuk anak-anak. Fokus pada pendidikan karakter dan akhlak anak,’’ terangnya. (sab/kza)

