KEBUN bawang merah banyak bertebaran di sekitar SMPN 2 Gondang. Para orang tua siswa-siswi SMPN 2 Gondang, rerata merupakan pesanggem bawang merah.
‘’Ketika bawang merah menjadi motif batik yang dikenakan siswa-siswi kami, itu pas,’’ tutur Listiyono kepada Bojonegoro Raya, Senin (27/4/2026) pagi.
Maka, guru seni di SMPN 2 Gondang itu mengemukakan, dia berinisiatif merancang motif bawang merah yang kini dipakai seragam batik siswa-siswi SMPN 2 Gondang.
‘’Saya membuatnya (motif batik bawang merah, red) pada 2018,’’ tuturnya.
Alumnus Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta itu meneruskan, motif batik bawang merah hasil karyanya bernama Brambang Agawe Kondang.
‘’Saya juga yang memberi nama,’’ imbuh guru seni asal Desa Panemon, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro itu.

Adapun, lanjut Listiyono, ada sekian alasan mengapa bawang merah divisualkan menjadi motif batik pada seragam batik untuk anak-anak didiknya di SMPN 2 Gondang.
‘’Utamanya, bawang merah merupakan identitas Kecamatan Gondang. Representasi dari Kecamatan Gondang,’’ terangnya.
Dengan mengenakan batik Brambang Agawe Kondang, siswa-siswi SMPN 2 Gondang diharap terus lekat dengan bawang merah. Mereka ingat asal-usulnya. Tidak lupa akar budayanya.
‘’Batik Brambang Agawe Kondang ini sempat menjadi buah tangan khas SMPN 2 Gondang. Diberikan kepada tamu-tamu penting,’’ ungkapnya.
Listiyono berharap, batik Brambang Agawe Kondang lestari di SMPN 2 Gondang. Terus dipakai. Melekat sebagai seragam. Menempel sebagai identitas.
‘’Saya juga berharap, batik Brambang Agawe Kondang ini diakomodir menjadi batik resmi Kecamatan Gondang,’’ lanjutnya.
Salah satu upaya untuk itu, beberapa tahun lalu, pihak SMPN 2 Gondang pernah melawang ke Pemerintah Kecamatan Gondang. Namun, hingga kini belum ditindaklanjuti. (sab/kza)
— Artikel ini bagian dari Majalah Pintar yang diterbitkan Bojonegoro Raya, Sabtu (2/5/2026) lalu. Menepati Hari Pendidikan. Beredar digital, dalam format pdf dan flipbook.

