Belimbing Desa Ngringinrejo Menjadi Penguat Geopark Bojonegoro Bisa UGGp dan Mendunia

07/11/2026
FESTIVAL: Masyarakat umum mengambil belimbing yang tertata menjadi gunungan buah. Festival Belimbing Desa Ngringinrejo jadi penguat Geopark Bojonegoro.

BOJONEGORORAYA – Emak-emak ini begitu bersemangat memainkan alunan lesung saat Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah, tiba dalam Festival Belimbing.

Bupati dan Wabup seketika larut memainkan alunan lesung. Memagang alu dan memukul lesung dengan irama. Semua ceria. Tersenyum.

Festival Belimbing ini rangkaian Festival Geopark Bojonegoro. Kenduri festival ini berlangsung di Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Sabtu (7/11/2026) siang.

Setyo Wahono dengan kemeja lengan pendek dan celana jins tampak sederhana. Wabup Nurul Azizah mengenakan perpaduan batik dengan corak kalem. Terasa dekat dengan masyarakat.

Ada tarian tradisional. Siswa-siswi SDN Ngringinrejo membawakan tarian tradisional sebagai penanda mulainya Festival Geopark.

POTENSI LOKAL: Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah bersama Kades Ngringinrejo saat tiba di Festival Geopark Bojonegoro di Kebun Belimbing. (Foto: Wahyu Rizkiawan / Bojonegoro Raya).
POTENSI LOKAL: Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah memainkan alunan lesung dalam Festival Geopark Bojonegoro di Kebun Belimbing. (Foto: Wahyu Rizkiawan / Bojonegoro Raya).

Geopark Bojonegoro Destinasi Geologi, Alam, dan Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disdbudpar) Elzadeba Agustina mengatakan, Festival Belimbing merupakan penguat citra atas Festival Geopark Bojonegoro.

Karena itu, mengangkat tajuk Festival Belimbing Festival Geopark 2026.

‘’Festival Belimbing adalah upaya dukung pengembangan geopark. Dalam rangka penguatan citra destinasi wisata berbasis geologi, alam, dan budaya,” tutur Elzadeba.

Pasca peentapan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp), Geopark Bojonegoro mulai serius tangani berbagai geosite, biosite, dan culturesite geopark.

Termasuk Agrowisata Kebun Belimbing di Desa Ngringinrejo, salah satu biosite Geopark Bojonegoro.

Elza mengatakan, Festival Belimbing harus mampu memberi dampak positif bagi keberadaan Geopark Bojonegoro.

‘’Kebun Belimbing jadi bukti kalau Bojonegoro punya keragaman hayati yang patut dilestarikan,” tutur perempuan pernah menjabat staf ahli bupati tersebut.

SETINGGI 3 METER: Gunungan belimbing cukup besar menandai Festival Geopark di Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Sabtu (7/11/2026). (Foto: Wahyu Rizkyawan / Bojonegoro Raya).

Wahono: Bojonegoro Kawasan Geologis Berstandar Dunia

Bupati Setyo Wahono mengatakan, Festival Belimbing rangkaian Festival Geopark ini utamanya memperkuat potensi di ranah keragaman hayati dan budaya.

Karena itu, ia berkomitmen terus dorong dan dukung keberadaan Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Gelar CSR Award 2025, Apresiasi Kontribusi Korporasi

Lebih jauh Wahono bercerita, belum lama ini Bojonegoro ditasbihkan secara kuat sebagai UGGp. Artinya, posisi Bojonegoro sebagai kawasan geologis, sudah membawa langgam berstandar internasional.

Karena itu, keberlanjutan Kebun Belimbing Ngringinrejo sebagai bagian dari site geopark, telah menjadi perhatian dunia.

‘’Kami berharap masyarakat jaga kebersamaan. Terus gotong royong. Kebun Belimbing sebagai biosite geopark telah mendunia, berstatus UGGp,” imbuhnya.

Sebelum acara gerebek gunungan belimbing, lantunan doa bersama tokoh agama cukup riuh membahana.

Setelah mengucap amin bersama, gerebek bermula. Warga mendekat ke gunungan buah belimbing, untuk mengambil dan membagi 2 ton buah belimbing tersebut kepada masyarakat dan para pengunjung.

Seperti kenduri, Festival Belimbing ini saling berbagi. (wr/kza)