SMPN 2 Gondang bukan sekolah baru. Usianya sudah lebih dari 25 tahun. Menjadi tempat belajar anak-anak Desa Krondonan dan sekitarnya mulai 1997.
Dulu, sekolah itu merupakan SMPN 3 Bubulan. Baru menjadi SMPN 2 Gondang pada 2001, sejak Gondang menjadi kecamatan sendiri. Hasil pemekaran Kecamatan Bubulan pada 2000.
Namun, meski berusia lebih dari seperempat abad, sekolah tersebut belum memiliki sarana air memadai. Persisnya, belum memiliki sumber air sendiri.
Selama perjalanannya, kebutuhan air sekolah itu mengandalkan instalasi air milik himpunan penduduk pemakai air minum (hippam) dan sendang kecil dekat sekolah.
‘’Namanya Sendang Sumber Jambe,’’ terang Waka Kesiswaan SMPN 2 Gondang Joko Wicaksono kepada Bojonegoro Raya, Rabu (22/4/2026) pagi.
Sendang Sumber Jambe tepatnya berada di selatan sekolah. Lokasinya di lereng bukit. Di bibir sendang kecil itu, SMPN 2 Gondang menempatkan satu mesin pompa air.
‘’Untuk mengalirkan air dari sendang itu ke atas sini, ke sekolah ini,’’ jelas mantan guru SMPN 1 Gondang tersebut.
Demi sistem dimaksud, Joko Wicaksono menyebut, pihaknya memasang pipa sepanjang kurang lebih 300 meter dari Sendang Sumber Jambe ke SMPN 2 Gondang.
‘’Termasuk kabel sanyo (mesin pompa air, red). Supaya nyala-mati sanyo bisa diatur dari sekolah sini,’’ imbuhnya.
Pendidik kelahiran 1983 itu meneruskan, air dari hippam maupun Sendang Sumber Jambe tidak bisa melimpah. Air dari hippam sudah tentu diakses banyak warga.
‘’Di Sendang Sumber Jambe ada banyak sanyo juga. Milik para warga. Bukan hanya sanyo kami saja,’’ terangnya.

Berdasarkan realitas itu, waka kesiswaan sekaligus guru bahasa Inggris tersebut mengatakan, SMPN 2 Gondang kerap sulit air saat kemarau.
‘’Kami butuh sumur bor di lingkungan sekolah ini. Untuk pasokan air yang lebih memadai,’’ lanjutnya.
Selain itu, SMPN 2 Gondang juga butuh pagar keliling. Selama ini, pagar hanya membentang di sisi depan. Di sisi lainnya, tidak ada. Hanya dilintangi kawat berduri.
‘’Saat ini pagar kawat berduri itu juga sudah sama rusak,’’ ungkapnya.
Perihal sarana-prasarana lainnya, guru asal Desa/Kecamatan Gondang, Bojonegoro tersebut mengatakan, masih sama bagus. Seluruhnya relatif layak digunakan. (sab/kza)
— Artikel ini bagian dari Majalah Pintar yang diterbitkan Bojonegoro Raya, Sabtu (2/5/2026) lalu. Menepati Hari Pendidikan. Beredar digital, dalam format pdf dan flipbook.

