BOJONEGORORAYA – Bojonegoro Innovative Award (BIA) 2026 harus menjadi langkah awal membuka ruang inovasi daerah. Inovasi berdampak penguatan ekonomi. Serta, keberlanjutan karya.
Ajang ini menjadi upaya akselerasi inovasi berdampak untuk dukung keberhasilan pembangunan daerah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro.
Puncak acara Bojonegoro Innovative Award (BIA) 2026 akan berlangsung di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK), Bojonegoro (29/10/2026).
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bojonegoro Dilli Tri Wibowo mengatakan, BIA 2026 tidak sekadar menjadi ajang penghargaan bagi para pencipta inovasi.
Lebih dari itu, kegiatan ini memastikan hasil inovasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
“Bukan hanya awarding (penghargaan) atas sebuah inovasi, tetapi bagaimana inovasi membawa manfaat untuk sukses tematik pembangunan di Kabupaten Bojonegoro sesuai RPJMD,” tutur Dilli (28/10/2026).
Menurut Dilli, ada enam kategori peserta BIA 2026. Di antaranya; organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, pelajar/mahasiswa, bidang usaha, dan masyarakat umum.
Penyelenggaraan ini menghadirkan penyerahan hadiah pada para pemenang. Serta, pertunjukan tari Gumregah Ing Karya oleh Sanggar Seni Tradisi Abdi Dalem, Sugihwaras, Bojonegoro.

Pertemuan Para Inovator dan Pencarian Bapak Angkat
Dilli menjelaskan, salah satu perhatian penting dalam pengembangan inovasi adalah memastikan karya. Utamanya bagi pelajar dan masyarakat, tidak berhenti pada tahap penciptaan atau prototipe.
Perlu mendorong agar inovasi berkembang jadi produk memiliki nilai tambah. Dan mampu membuka peluang ekonomi baru.
Karena itu, menurut dia, Brida memandang penting pertemuan para inovator dengan pihak pendukung pengembangan karya.
Terutama melalui pencarian “bapak angkat” atau mitra pendamping yang dapat membantu inovasi berbentuk prototipe berkembang menjadi industri kreatif.
“Ini upaya bagaimana mencari bapak angkat agar inovasi yang berbentuk prototipe dapat berkembang menjadi industri kreatif,” tutur pejabat sebelumnya bertugas sekretaris badan pendapatan daerah (bapenda) tersebut.
Melalui BIA 2026, Brida Bojonegoro mendorong ekosistem inovasi tidak hanya berorientasi pada penghargaan.
Tetapi, juga pada keberlanjutan karya, penerapan teknologi, serta manfaat ekonomi dan sosial.
Upaya itu sejalan semangat BIA 2026, yakni terus berinovasi dan menghasilkan dampak mewujudkan Bojonegoro bahagia, makmur, dan membanggakan. (wr/kza)

