Bojonegoro Wastra Batik Festival Kedepankan Inklusivitas, Gandeng Disabilitas

BERKARYA: Sanawi (paling kiri) saat menunjukkan karya batik PDKB di stand-nya. (Foto: Dinkominfo Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Semua orang bisa menikmati dan berpartisipasi dalam event Bojonegoro Wastra Batik Festival yang digelar Pemkab Bojonegoro di alun-alun kota setempat.

Event digelar sejak Rabu (17/6/2026) hingga Sabtu (20/6/2026)  tersebut tidak memandang latar belakang pengujung atau partisipan. Terbuka untuk semua. Masuknya pun gratis.

Salah satu yang istimewa dari inklusivitas itu, Bojonegoro Wastra Batik Festival menyediakan ruang untuk partisipasi para disabilitas di Bojonegoro.

Di sebuah stand acara tersebut, Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB) memamerkan karya-karyanya. Di antaranya, kain ecoprint batik dan manik-manik.

Di panggung fashion show Bojonegoro Wastra Batik Festival pada Jumat (19/6/2026) malam, disabilitas tuna rungu Putri Wahyu Lestari juga tampil epic dalam balutan batik.

Ketua PDKB Mohamad Sanawi bersyukur atas dukungan dan ruang yang diberikan Pemkab Bojonegoro dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival. Tahun ini memang lebih istimewa.

“Biasanya, kami bergabung di stand Dekranasda Bojonegoro. Tahun ini, kami mendapat stand sendiri,’’ tuturnya, Jumat (19/6/2026).

Dengan menjadi partisipan Bojonegoro Wastra Batik Festival, Mohamad Sanawi mengatakan, pihaknya betul-betul senang. Sebuah kesempatan besar untuk eksistensi PDKB.

‘’Ini kesempatan besar bagi kami untuk menunjukkan bahwa kami (PDKB, red) juga mampu berkarya,” ungkap disabilitas tuna daksa akrab disapa Sanawi itu.

Lebih lanjut, Sanawi mengungkapkan, selain Disbudpar Bojonegoro, dinas yang juga berperan penting bagi PDKB dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival ialah Dinsos Bojonegoro.

Terpisah, Kepala Dinsos Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menyampaikan apresiasi atas terciptanya ruang inklusif dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival.

Menurutnya, kehadiran stand mandiri dan keterlibatan disabilitas di panggung fashion show menjadi bukti bahwa Pemkab Bojonegoro telah mengedepankan inklusivitas.

Lebih dari itu, pejabat akrab disapa Antok ini juga mengaku sangat bangga dengan para disabilitas yang berpartisipasi dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival.

Baca Juga :  PLN ULP Bojonegoro dan PLN Icon Plus Sosialisasikan Layanan di Desa Trucuk

“Kehadiran mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk melahirkan karya yang memiliki nilai estetika maupun ekonomi,” tuturnya, Jumat (19/6/2026).

Dinsos Bojonegoro, lanjut Antok, akan terus berkomitmen mengawal, memfasilitasi, dan membuka lebih banyak ruang positif untuk para disabilitas di Bojonegoro.

‘’Agar mereka semakin berdaya, mandiri, dan mendapat pengakuan yang setara di tengah masyarakat,’’ pungkas alumnus IPDN tersebut. (sab/kza)

error: Content is protected !!