Data Anak Tidak Sekolah di Bojonegoro Berkurang 865 Jiwa

SEMANGAT: Para siswa di kawasan pedalaman. Jauh dari perkotaan. siswa SMPN Satu Atap Kecamatan Ngraho masih giat belajar, membaca buku di ruang kelas. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Anak tidak sekolah (ATS) di Bojonegoro berkurang 865 anak pada pertengahan 2026 ini. Berangsur turun. Namun, masih banyak tugas dalanm pengentasan anak tidak sekolah.

Validasi data terus berlangsung menentukan program tepat mengurangi ATS. Mengajak anak tidak sekolah untuk kembali ke bangku kelas. Belajar. Adapun data awal yang dari Pemkab Bojonegoro sebanyak 5.610 ATS.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo mengungkapkan, intervensi untuk mengurangi angka ATS masih terus berlangsung.

Dengan memvalidasi data ATS pada tahun ini. Mengajak para anak untuk kembali mengenyam pendidikan formal. Bersekolah lagi.

‘’Data sampai 20 Juli 2026, berkurang 865 ATS. Rerata pada jenjang pendidikan SMA,” klaimnya kepada Bojonegoro Raya Selasa (21/7/2026).

Tadho sapaannya mengatakan, proses penuntasan revalidasi data ATS. Setelah data terekap dan valid, akan melakukan intervensi program dengan menggandeng dinas terkait.

Meliputi dinas sosial, dinas kependudukan dan catatan sipil. Juga, dinas perindustrian dan tenaga kerja, berlanjut dinas pembedayaan masyarakat dan desa.

Termasuk, pemkab akan kolaborasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Bojonegoro. Juga, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro serta Pusdatin Kemendikdasmen.

“Setelah datanya fix, akan kami rapatkan dengan para stakeholder untuk membahas intervensi programnya,” tutur Tadho.

Libatkan PKBM, Terbanyak Kejar Paket C

Selain mengembalikan ATS ke sekolah formal, disdik juga menggandeng pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) se-Bojonegoro. Mengikuti pembelajaran paket A, B dan C.

Koordinator PKBM Bojonegoro Winarno mengaku, pada 2025 lalu membantu mendata ATS di Kecamatan Ngambon dan Tambakrejo. Saat ini melibatan guru dalam pendataan dan verifikasi.

PKBM menampung yang sudah tidak ingin kembali ke sekolah formal. Saat ini, menurut Winarno, PKBM paling banyak mengikuti paket C.

Baca Juga :  Pelajar SMPN MT Bojonegoro Dalami Pengetahuan Jurnalistik, Ceria Menulis Berita

Winarno mengatakan, di Kecamatan Ngambon terdapat data ATS sebanyak 14 anak tidak sekolah. Setelah verifikasi menyisakan 9 anak tidak sekolah.

Sedangkan di Kecamatan Tambakrejo, tercatat ada 130-an anak. Setelah memverifikasi tersisa 124 anak tidak sekolah.

‘’Saya mendatangi ke rumahnya. Sehingga mengetahui kendalanya mereka enggan melanjutkan (bersekolah),” jelasnya. (man/kza)

error: Content is protected !!