Dinkes Bojonegoro Temukan 2.366 Kasus TBC

SEKALIGUS MEMBURU TBC: Salah satu dokter Dinkes Bojonegoro memeriksa pelajar dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), awal Agustus 2025. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Penyakit tuberkulosis (TBC) yang mendera paru-paru manusia, masih belum hilang dari Indonesia.

Penyakit memapar Indonesia sejak abad delapan itu masih menjangkiti masyarakat di berbagai daerah. Salah satunya, Bojonegoro.

Data terbaru, ada 2.366 kasus TBC di Bojonegoro. Hasil temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro per Oktober 2025 lalu.

Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati mengemukakannya dalam Kampanye TOSS TBC di Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (9/11/2025) pagi.

Dalam acara itu, dia juga menjelaskan, penemuan 2.366 kasus TBC itu setara 78 persen dari target temuan kasus yang dipasang Kemenkes.

Dari jumlah kasus dimaksud, lanjut dia, masyarakat mengikuti pengobatan tercatat 2.140 kasus. Setara 90 persen dari jumlah total kasus.

“Sedangkan, keberhasilan pengobatan mencapai 98 persen atau 2.308 kasus,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pejabat akrab disapa Ninik itu berpesan, masyarakat yang merasakan gejala TBC segera periksakan diri di puskesmas terdekat.

“TBC ialah penyakit menular yang dapat diobati. Asal, patuh minum obat secara tuntas,” tegasnya.

Untuk diketahui, TBC sangat diatensi pemerintah secara nasional. Melansir Kemenkes, beban kasus TBC di Indonesia diperkirakan 1,9 juta jiwa.

Perkiraan mengacu Global TB Report 2024 itu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan beban kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

Karenanya, pemerintah pusat melalui Kemenkes berikut jajaran gencar memburu dan menekan kasus TBC melalui Gerakan Indonesia Akhiri TBC.

Pemerintah pusat punya regulasi mendasari gerakan dimaksud. Yaitu, Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC.

Dalam praktiknya, pemerintah pusat melalui Kemenkes sampai menggratiskan pengobatan TBC di seluruh faskes yang diotoritasi.

Setiap orang periksa di puskesmas dan divonis TBC, akan ditangani maksimal. Dapat obat TBC gratis, sampai tuntas enam bulan. (sab/kza)

Baca Juga :  Dua Menu MBG Diduga Meracuni Siswa SD—SMA di Kedungadem Bojonegoro, Dipasok Dua SPPG
error: Content is protected !!