Semarak Menawan Senandung Bengawan (3)

Grebeg Sego Sambel Wader dan Kerupuk Abang Ijo Klenteng, Diiringi Musik Keroncong

GREBEG: Para vespamania saat mengeruyuk Sego Sambel Wader dalam Senandung Bengawan. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

Senandung Bengawan sajikan Sego Sambel Wader khas Desa Padang. Lauknya Kerupuk Abang Ijo Klenteng. Legend.

BOJONEGORORAYA — Puluhan vespa yang usai berparade, diparkir rapi di halaman tengah Galeri Bengawan. Para vespamania pemiliknya, sama bersantai di kompleks objek wisata berarsitektur Tionghoa itu sembari menikmati musik keroncong dimainkan grup musik di atas panggung Senandung Bengawan.

Di sela-selanya, para vespamania juga menilik bagian-bagian Galeri Bengawan. Terutama, melihat wujud perahu kuno Bengawan. Ukurannya jumbo. Lebar empat meter, panjang 25 meter. Ditemukan masyarakat Desa Padang pada 2005 silam di Bengawan desa setempat. Menjadi ikon Desa Padang dan Galeri Bengawan.

Lalu, ada proses simbolis penanaman pohon. Bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Penanaman pohon itu dilakukan oleh Kabid Pariwisata Disbudpar Bojonegoro Amin Asrofin, Kapolsek Trucuk Mulyono, Kepala Desa Padang Subagyo, dan perwakilan vespamania.

Berikutnya, sesi dinanti pun tiba. Para peserta parade vespa diajak makan Sego Sambel Wader khas Desa Padang. Lauknya Kerupuk Abang Ijo Klenteng. Grebeg. Para vespamania mengambil sajian itu dengan kruyukan, namun tetap tertib. Melahapnya dengan pasti. Kemriuk. Kres-kres-kres.

Sedikitnya, ada 150 porsi Sego Sambel Wader disajikan untuk para vespamania itu. Ikan wadernya berasal dari Bengawan Desa Padang, dimasak oleh ibu-ibu Desa Padang secara on the spot di Galeri Bengawan. Jadi, Sego Sambel Wader itu pun fresh. Benar-benar masih kemriuk.

Sementara, Kerupuk Abang Ijo Klenteng lauknya merupakan buatan pabrik kerupuk Tan Tjian Liem di timur Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro. Kerupuk itu khas Bojonegoro sejak 1929 silam. Legend. Telah ditetapkan Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia asal Bojonegoro.

Lukman, salah satu vespamania mengatakan, dia dan rekan-rekan gembira mengikuti parade vespa dalam rangkaian Senandung Bengawan. Bisa silaturahmi antarvespamania. Bertemu saudara-saudara penggila vespa. Pesta ria. Berkeliling kota sampai ke desa-desa.

Baca Juga :  Dapur Sederhana Melahirkan Karya

‘’Semoga, event seperti ini bisa digelar lagi. Tahun depan, ya. Setiap tahun juga boleh. Rutinan. Rute dan lokasinya ganti-ganti,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Jumat (19/12/2025) sore.

Lebih lanjut, vespamania asal Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Bojonegoro itu juga mengaku senang dengan sajian kuliner Sego Sambel Wader dan Kerupuk Abang Ijo Klenteng di Senandung Bengawan.  Menurut dia, masakan ibu-ibu Desa Padang itu rasanya nikmat. Kerupuknya juga khas.

‘’Kulinernya (Sego Sambel Wader dan Kerupuk Abang Ijo Klenteng, red) ini  kental akan rasa lokal. Sangat mengesankan,’’ ungkap pria penunggang vespa klasik jenis Super tersebut. (sab/kza)

error: Content is protected !!