Dapur Sederhana Melahirkan Karya

KOMPOR dua tungku itu berlapis kardus. Penuh tetesan malam. Lubangnya legam. Wajan kecil menumpanginya, gulita pula. Keduanya bak legenda.

Maklum. Kompor dan wajan mini itu telah bekerja lama. Bertindih melahirkan ratusan lembar kain batik. Motifnya beraneka. Daun, bunga, dan lainnya.

Ibu-ibu UMKM Batik Kembang Sambiloto di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, ialah penggunanya. Mereka betah lama di dapur apa adanya.

Dari dapur sederhana, mereka terus berkarya. Pertamina EP Cepu membantu. Kini, batik mereka dikenal di level lokal sampai internasional. (sab)

Baca Juga :  Balap Perahu Jazz Bengawan Penuh Kemeriahan, Gabungkan Lomba dan Pertunjukan Budaya
error: Content is protected !!