BOJONEGORORAYA – Guru-guru taman kanak-kanak (TK) di Bojonegoro kini sudah mumpuni bikin finger painting dan membuat permainan kreatif.
Sebanyak 788 guru dan kepala sekolah (Kepsek) TK mendapat pelatihan finger painting dan permainan kreatif. Datangkan pemateri juara satu nasional.
Pelatihan ini menambah edukasi kreasi seni dalam pembelajaran. Finger painting ini mengajak para guru bersama-sama menggambar dengan menggunakan jari atau telapak tangan tanpa memakai kuas.
Mengajak para guru berekspresi menggambar dengan jari-jemari di atas kertas. Pelatihan berlanjut dengan membuat permainan kreatif yang menarik.
“Ada 788 guru dan kepala sekolah TK yang mengikuti. Antusias sekali,” kata Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTK) Bojonegoro Anita Juliati, Rabu (9/9/2026).
Pelatihan finger painting ini sebagai bekal mengasah keterampilan. Serta, menjembatani imajinasi, menstimulasi motorik, hingga sensorik peserta didik.
Pelatihan dimotori IGTK Bojonegoro tersebut berlangsung di Ballroom BMT NU Ngasem pada Senin (7/9/2026). Pelatihan sekaligus menyongsong lomba pekan olahraga dan seni (Porseni) Oktober mendatang.

Teknik Olah Warna Menjadi Karya
Menurut Anita Juliati, pelatihan finger painting melibatkan guru dan kepala sekolah TK ini bersama-sama berlatih menggambar tanpa alat bantu. Hanya memakai kedua tangan. Cat warna berbahan pasta.
Anita mengatakan, pelatihan ini meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru. Pembekalan guru untuk mengikuti lomba porseni. Lomba berlangsung 5 tahun sekali tingkat kabupaten dan provinsi.
“Pemenang tingkat kabupaten akan menjadi duta yang akan mewakili Bojonegoro tingkat provinsi,” jelasnya.
Guru TK Bojonegoro memiliki keinginan meraih juara cukup tinggi. IGTK mengundang juara satu tingkat nasional sebagai pemateri. Materi berupa berbagai teknik finger painting.
Termasuk, mengajak para guru TK membuat permainan kreatif yang dekat dengan anak-anak.
“Teknik mengolah warna menjadi sebuah karya. Semua praktik secara langsung,” ungkapnya.
Perempuan asal Kecamatan Sugihwaras tersebut menjelaskan, setelah para guru mendapat materi finger painting dan permainan kreatif, nantinya akan praktik kepada anak-anak.
Finger painting bisa mengasah motorik dan sensorik peserta didik. Bermanfaat untuk anak-anak.
Variasi Mengajar agar Siswa TK Tidak Jenuh
Kepala Bidang Peningkatan Mutu PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Rasmadi mengapresiasi langkah IGTK.
Pelatihan finger painting cukup penting. Mengasah kreativitas guru dan anak-anak didik.
Begitu juga membuat permainan kreatif. Menurut Rasmadi, para guru TK bisa bervariasi mengajar. Tentu, peserta didik tidak jenuh belajar. Banyak pilihan permainan sebagai bahan ajar kepada anak TK dan PAUD.
“Anak-anak tidak bosan, ada hal baru sehingga bisa menumbuhkan imajinasi anak,” tutur mantan kepala SMPN 1 Padangan tersebut.
Rasmadi menjelaskan, nantinya finger painting bisa menjadi kegiatan yang menarik bagi anak-anak. Mengajak bergelut dengan warna, dengan memakai tangan. Tanpa alat bantu.
“Bisa mengasah motorik, sensorik, dan memunculkan kreativitas anak-anak,” kata lelaki pernah mengajar di SMPN 2 Bojonegoro tersebut. (man/kza)

