BOJONEGORORAYA – Petani tembakau di Bojonegoro cukup semringah. Hasil panen mereka tidak dihargai murah. Bahkan, harganya alami kenaikan secara bertahap.
Sahdan, salah satu petani tembakau di Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras mengatakan, baru-baru ini tembakaunya dihargai Rp 40.000 hingga Rp 43.000 per kilogram (kg).
“Ini untuk tembakau rajangan kering, ya. Hasil petikan yang keempat,’’ ujar Sahdan, Rabu (12/8/2026).
Pada petikan pertama awal Juli 2026 lalu, tembakau rajangan kering miliknya dihargai sekitar Rp 30.000 per kg. Sementara, petikan kedua dan ketiga Rp 35.000-36.000 per kg.
‘’Tembakau ini kami jual ke tengkulak di sekitar (Kecamatan Sugihwaras, red) sini,’’ imbuhnya.
Sahli salah satu petani tembakau di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru. Dia mengemukakan hal senada. Harga tembakau saat ini memang sedang bagus.
‘’Tembakau rajangan kering sekitar Rp 40.000 hingga Rp 43.000 per kg,’’ tuturnya.
Sahli berharap, tren kenaikan harga tembakau rajangan kering di Bojonegoro tidak berhenti. Terus melaju. Sampai ke Rp 50.000 per kg.
‘’Kalau bisa Rp 50.000 per kg, wah, kami (petani tembakau, red) akan senang sekali,’’ imbuhnya.
Sahli menambahkan, belum semua tembakau di Desa Cengkir atau Kecamatan Kepohbaru sudah dipanen. Panen raya tembakau di wilayah itu diperkirakan akhir Agustus 2026 mendatang.
Terpisah, Kepala Desa Cengkir Ruslan turut bersyukur harga tembakau saat ini sedang bagus. Tentu, masyarakat Desa Cengkir senang. Karena, mayoritas merupakan petani tembakau.
‘’Hampir 90 persen masyarakat Desa Cengkir merupakan petani tembakau,’’ jelasnya.
Untuk diketahui, luas tanam tembakau di Bojonegoro pada kemarau 2026 ini sedikitnya 3.011 hektare. Berdasarkan data DKPP Bojonegoro. (sab/kza)



