Jelang Puncak Haji, Jemaah Haji Bojonegoro Beresiko Tinggi Jadi Atensi

RISTI: Salah satu jemaah haji Bojonegoro yang tergolong lansia. Masuk kategori risti atau bersiko tinggi. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Para jemaah haji asal Bojonegoro segera memasuki puncak ibadah haji di Tanah Suci mulai Kamis (5/6/2025) besok.

Diawali wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah di Mina, tawaf ifadah di Kakbah, sa’i di Shafa–Marwah, hingga tawaf wada’ di Kakbah lagi.

Untuk menjalani puncak haji yang mobile itu, para jemaah haji Bojonegoro sudah tentu butuh tubuh yang sehat dan bugar.

Agar, dapat menjalani puncak haji dengan lancar dan selamat—di tengah pergerakan jutaan jemaah haji dari seluruh dunia di lokasi-lokasi serupa.

Retno Mei Nur Ika, Tenaga Kesehehatan Haji Indonesia (TKHI) pendamping para jemaah haji Bojonegoro di Tanah Suci, membenarkan hal tersebut.

Oleh sebab itu, pihaknya sudah menganjurkan para jemaah haji Bojonegoro agar lebih banyak istirahat di hotel pada H-1 puncak haji ini.

‘’Jemaah tidak boleh banyak aktivitas di luar hotel,’’ ujarnya, Rabu (4/6/2025).

Hal itu dianjurkan agar para jemaah haji Bojonegoro bisa menyimpan energi untuk kebutuhan menjalani puncak haji, Kamis (5/6/2025) besok.

Apakah jelang puncak haji ini ada pemeriksaan kesehatan intensif terhadap seluruh jemaah haji Bojonegoro? Retno menyebut tidak ada.

“Namun, ada pemantauan terhadap jemaah risti (beresiko tinggi, red),” imbuhnya.

TKHI yang juga perawat di Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Bojonegoro ini meneruskan, para jemaah haji Bojonegoro kini rerata berkondisi sehat.

‘’Kalau ada yang sakit, hanya batuk dan pilek saja,’’ terangnya.

Para jemaah haji Bojonegoro, lanjut Retno, juga sudah sama pintar. Punya kesadaran dan inisiatif yang baik perihal kondisi kesehatan masing-masing.

‘’Kalau ada keluhan, jemaah datang mandiri ke kamar kami untuk dapat pemeriksaan dan obat,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, perawat lulusan Universitas Muhammadiyah Lamongan itu mengatakan, sejauh ini cuaca siang hari di Makkah cukup bersahabat.

Baca Juga :  Koloni Lalat Tidak Hanya Menyerbu Satu Desa di Bojonegoro, tapi Tiga Desa

Pada Rabu (4/6/2025) hari ini, ungkap Retno, suhu udara siang hari di Tanah Suci diperkiraan tidak lebih dari 41 derajat celcius. (sab/kza).

error: Content is protected !!