Kampus Kesehatan di Bojonegoro Beragam, Stikes Maboro Ilmu Gizi, Unugiri Farmasi

ASAH ILMU: Mahasiswa Stikes Maboro berdiskusi saat kuliah di kampus. Dari 15 kampus lokal di Bojonegoro, terdapat lima perguruan tinggi swasta memiliki prodi kesehatan. (Foto: Stikes Maboro untuk Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Kampus lokal di Bojonegoro yang membuka jurusan dan program studi (prodi) bidang kesehatan semakin beragam. Memudahkan lulusan SMA, SMK, dan MA di Bojonegoro yang hendak kuliah di jurusan kesehatan.

Banyak pilihan. Kesempatan bagi anak muda di Bojonegoro untuk bisa kuliah dengan mudah. Kuliah dekat rumah dengan tidak banyak biaya. Usai sekolah, saatnya kuliah. Hanya, di Bojonegoro belum ada kampus memiliki fakultas kedokteran.

Dari 15 kampus di Bojonegoro, ada lima yang memiliki jurusan atau prodi kesehatan. Meliputi, Stikes Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro), Stikes Rajekwesi, Poltekkes Kemenkes, Istek Icsada, dan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.

Kampus Harus Punya Prodi Pembeda

Ketua Stikes Maboro Sudalhar mengatakan, peluang kuliah di jurusan atau prodi kesehatan semakin prospek. Kini, Pemerintah pusat maupun daerah menaruh perhatian lebih terhadap isu gizi dan kesehatan. Terutama, untuk anak-anak.

Diperlukan sosok alumnus kampus kesehatan yang cakap, terampil, dan mengikuti isu-isu gizi. Menopang aksi pemerintah yang gencar dengan program makan bergizi. Senyampang mengurangi angka stunting atau tengkes.

‘’Dari sinilah Stikes Maboro membuka prodi gizi. Strata satu (S-1). Ini yang membedakan kami dengan kampus kesehatan lain di Bojonegoro,’’ tutur Dalhar saat dikonfirmasi, Jumat (16/05/25).

Stikes Maboro berusaha memiliki prodi yang diferensial atau berbeda dari yang lain. Prodi S-1 gizi ini memiliki kekhususan. Seiring emerintah gencar dengan isu-isu gizi. Juga, semakin banyak perusahaan atau lembaga butuh akademisi gizi.

Stikes Maboro memiliki tiga prodi. Meliputi prodi gizi, prodi perekam dan informasi kesehatan, dan prodi administrasi rumah sakit.

‘’Prodi perekam dan informasi kesehatan ini setidaknya membantu rumah sakit atau layanan kesehatan. Misalnya, saat ini BPJS Kesehatan menerbitkan sistem elektrik, nah prodi perekam dan informasi kesehatan memiliki kecakapan,’’ tutur sekretaris DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesaia (PPNI) Bojonegoro.

Baca Juga :  UT Bojonegoro Miliki 36 Jurusan, Komitmen Mencetak Wiraswasta Muda

‘’Begitu pun prodi administrasi rumah sakit, memiliki arah lulusan dalam pengelolaan mutu rumah sakit. Membantu dalam akreditasi juga quality control rumah sakit,’’ tutur pria tinggal di Kecamatan Purwosari tersebut.

Tantangan mengajak anak muda kuliah tentu terkait biaya. Namun, Sudalhar menilai biaya kuliah itu bisa fleksibel. Artinya, mahasiswa bisa mengangsur. Tidak memberatkan.

Begitu pun beragam beasiswa. Misalnya, beragam beasiswa dari Pemkab Bojonegoro. Juga, beasiswa kampus, dan beasiswa dari Muhammadiyah. ‘’Saatnya anak muda itu kuliah, demi masa depan. Dan membantu pemerintah dalam indeks pembangunan manusia,’’ jelasnya.

Ada Lima Kampus Lokal Bojonegoro Membuka Prodi Kesehatan

Wakil Rektor Unugiri Yogi Prana Izza mengatakan, kampusnya juga memiliki prodi kesehatan. Yakni, prodi farmasi. Dan, menunjukkan tren positif seiring bertambahnya mahasiswa baru.

JALANI KKN: Mahasiswa Unugiri Bojonegoro saat menjalani aktivitas di kampus. Unugiri juga memiliki prodi bidang kesehatan. Yakni, prodi farmasi. (Foto: Unugiri untuk Bojonegoro Raya)

Prodi farmasi ini menunjukkan bahwa Unugiri semakin variatif. Berkembang. Kampusnya tidak sekadar jurusan pendidikan agama, namun juga terdapat prodi farmasi. Kelebihannya, selain mendapat ilmu tentang kefarmasian, tentu mahasiswa juga dibekali ilmu-ilmu agama.

‘’Ada double kelebihan. Mahasiswa farmasi juga mendapat materi kuliah berkaitan dengan agama dan diterima banyak kalangan,’’ jelasnya saat ditemui di kampus awal Mei lalu.

Ketua Stikes Rajekwesi Bojonegoro Evita Muslima Isnanda Putri mengatakan, kampusnya memiliki tujuh prodi. Semua prodi mendalami bidang akademisi kesehatan.

Meliputi D-3 dan S-1 Keperawatan, prodi kebidanan, prodi teknologi bank darah, prodi farmasi, prodi pendidikan profesi ners, dan pendidikan profesi bidan. Kampus berada di Jalan KH. M. Rosyid ini berupaya mengembangkan prodi.

Istek Icsada memiliki fakultas sain dan teknologi. Juga, fakultas kesehatan dengan prodi kebidanan dan keperawatan. Sedangkan, Poltekkes Kemenkes Surabaya di Bojonegoro dengan prodi kebidanan dan keperawatan. (sab/kza)

error: Content is protected !!