Wisuda IAI At-Tanwir dan Obsesi Menjadi Universitas

Oleh: Moch Bakhtiar
Rektor IAI At-Tanwir Bojonegoro
______________________

HARI yang cerah. Menatap wisudawan dengan wajah-wajah semringah. Ahad, 2 November 2025 ini menjadi hari monumental. Sebanyak 157 mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) At-Tanwir Bojonegoro telah tuntas berkuliah. Wisuda. Bergelar strata satu (S-1).

Wisuda ini seketika mengingatkan kepada petuah dari Sang Pengasuh. Sang Pembimbing kami, yakni KH. Ahmad Fuad Sahal. Beliau berpesan kepada kita semua. Bahwa, berdirinya IAI At-Tanwir ini sebuah pengabdian untuk masyarakat. Dedikasi pendidikan untuk santri.

Sang Kiai berpesan bahwa kampus IAI At-Tanwir ini kelola secara profesional. Sesuai dengan peraturan yang ada di perguruan tinggi. Terutama, pesan beliau yakni, kampus IAI At-Tanwir ini tetap kolaborasikan dengan nilai-nilai kepesantrenan.

Kampus, pesantren, dan santri, menjadi korelasi untuk kemajuan daerah. Menjadi pendorong pembangunan daerah. Menjadi bandul untuk peka terhadap zaman.

GELAR STRATA: Para mahasiswa menjalani prosesi wisuda. IAI At-Tanwir berupaya meluluskan mahasiswa yang cakap ilmu, agama, dan sains.

Kampus Berkembang di Kecamatan Luar Perkotaan

Menatap wajah-wajah mahasiswa yang wisuda ini tentu membanggakan. Siapa sangka kampus dari kecamatan pinggiran bisa melewati sampai 15 tahun. Melewati badai dengan konsistensi.

Siapa sangka kampus di Kecamatan Sumberrejo, ini bisa tumbuh berkembang. Bisa eksis melewati 15 tahun. Persisnya pada 10 Juli 2010, tonggak almameter ini berdiri. Tegak.

Kampus IAI At-Tanwir ini satu-satunya kampus di Bojonegoro, yang berada di kecamatan pinggiran. Berada di 20 kilometer dari pusat perkotaan Bojonegoro. Dari 15 kampus di Bojonegoro, salah satunya IAI At-Tanwir ini yang berada di ujung timur.

Kampus tidak berada di pusat kota?  Kami tetap enjoy. Konfidensi. Tetap mengudara dengan semangat sebagai kampus berbasis pesantren. Dengan lima program studi (prodi) tentu akan terus bertransformasi dengan zaman.

Justru dari kampus di Kecamatan Sumberejo ini, IAI At-Tanwir berobsesi terus tumbuh. Berkembang bersama-sama membesarkan Kecamatan Sumberrejo agar menjadi kecamatan urban.

Baca Juga :  Bimbel Kampung Ilmu Buka di Bojonegoro Kota, Tumbuh Bersama Warga

Kecamatan Sumberrejo masuk deretan empat besar jumlah penduduk terbanyak di Bojonegoro. Berdasar Sensus Penduduk (SP) Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Bojonegoro lebih dari 1,3 juta jiwa.

Sementara, Kecamatan Sumberrejo menempat empat besar dengan 72.911 penduduk. Teratas Kecamatan Kota dengan 88.499 penduduk. Kecamatan Dander 85.849 penduduk, Kecamatan Kedungadem 84.461, dan Kecamatan Baureno 82.940.

Demografi di atas menunjukkan bahwa, kawasan timur kepadatan penduduk dan sex rationya tinggi. Ini menjadi peluang bahwa kawasan timur memiliki potensi. Memiliki gairah menjadi daerah berkembang.

Dari sinilah, kami konfidensi. Istikamah. Dan, tegak untuk mengembangkan kampus di luar perkotaan. Atau mungkin, (ini hanya obsesi sekilas) nanti kami akan membuka kampus lagi di wilayah perkotaan. Hehehe.

LULUS: Para mahasiswa IAI At-Tanwir Bojonegoro mengikuti wisuda yang berlangsung di Hotel Eastern. Kampus berada di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, ini telah menjalani wisuda ke 12. Berobsesi menjadi universitas.

Mahasiswa Terus Bertambah Setiap Tahun

Zaman terus bergerak, mahasiswa IAI At-Tanwir tidak sekadar dari lulusan Ponpes At-Tanwir. Kini, menyebar dari semua kecamatan di Bojonegoro. Terutama kawasan timur. Mulai Kecamatan Baureno, Kedungadem, Kanor, Balen, hingga Kepohbaru.

Bahkan, semakin melintas di Kecamatan Babat, Lamongan. Juga, tidak jauh dari kawasan timur Tuban. Meskipun, kini terdapat berberapa mahasiswa dari Bengkulu, Jambi, dan Kalimantan.

IAI At-Tanwir memiliki 5 prodi. Meliputi prodi bimbingan konseling Islam, prodi ekonomi syariah, guru madrasah ibtidaiyah, guru bahasa Arab, dan manajemen pendidikan Islam. Next, tentu akan bertambah prodi. Punya usulan prodi baru? Hehehehe.

Berdirinya IAI At-Tanwir memang atas desakan wali santri agar Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tanwir agar mempunyai pendidikan tinggi. Desakan ini agar mereka dapat menguliahkan anaknya tidak perlu jauh-jauh di perkotaan.

Lagi-lagi, kami memegang erat bara dedikasi Sang Pembimbing terhadap dunia pendidikan sangat tinggi. Start dengan pembentukan panitia pendirian pendidikan tinggi.

Tetiba ketika surat keputusan (SK) pendirian turun oleh Kementrian Agama (Kemenag), KH. Ahmad Fuad Sahal berpesan agar kampus kelola secara profesional.

Baca Juga :  Jipang Provinsi Baru: Makmur dari Minyak Bumi, Penyatu Padangan—Cepu

Momentum wisuda ke 12 IAI At-Tanwir ini begitu terasa denyutnya. Dihadiri Suyoto, Bupati Bojonegoro periode 2008-2018. Dua periode. Kebetulan Kang Yoto sapaannya merupakan alumnus At-Tanwir.

BANGGA: Para mahasiswa berkumpul dan merasa bahagia telah menamatkan kuliah S-1 IAI At-Tanwir Bojonegoro.

Obsesi Universitas yang Realitas

Wisuda digelar di Hotel Eastern Bojonegoro ini ada semangat yang terus membara. IAI At-Tanwir komitmen ingin bertransformasi menjadi universitas. Keren kan?

Persiapan terus diasah. Berkas dan persyaratan terus melangkah. Demi obsesi bersama agar IAI At-Tanwir menjadi universitas. Jumlah mahasiswa terus bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini jumlah mahasiswa sudah wisuda mencapai 969 mahasiswa.

Untuk bertransformasi menjadi universitas syaratnya harus 1.000 mahsiswa. Jadi, selangkah lagi kurang 36 mahasiswa berpotensi bisa berubah menjadi universitas.

Pengelolaan sesuai standard operating procedure (SOP). Akreditasi perguruan tinggi. Hingga melakukan coaching clinic dengan kampus-kampus lain. Prodi Bimbingan Konseling Islam dan Ekonomi Syariah kini mendapatkan predikat baik sekali.

Ini artinya, pengakuan negara terhadap kampus At-Tanwir semakin meningkat. Bahkan, hampir semua dosen tetap IAI At-Tanwir sudah tersertifikasi. Tahun ini ada 18 dosen mendapatkan hibah penelitian dan dan pengabdian pada masyarakat.

Zaman terus bergerak. Tentu, kami paham atas transformasi kampus. Tonggak berdiri 10 Juli 2010 dengan awal STAI At-Tanwir. Melaju menjadi IAI At-Tanwir pada 4 Oktober 2023 berdasar SK Pendirian Nomor 920 Tahun 2023.

Nah, aura menjadi universitas sudah terasa denyutnya. Doakan. (*/kza)

error: Content is protected !!