BOJONEGORORAYA — Pertamina Patra Niaga meminta maaf perihal ratusan kendaaran brebet setelah diisi Pertalite di beberapa SPBU baru-baru ini. Termasuk, di beberapa SPBU di Bojonegoro.
Perusahaan hilir minyak dan gas (migas) pelat merah itu menjamin, penanganan akan dilakukan secara baik dan terukur. Mempertimbangkan beragam aspek.
Salah satunya, masyarakat menjadi ‘korban’ akan mendapat kompensasi dari Pertamina Patra Niaga—jika kerusakan motor atau mobilnya terbukti akibat Pertalite.
Untuk itu, masyarakat wajib melapor. Melalui SPBU pembelian terakhir, posko pengaduan, call center 135, email pcc135@pertamina.com, dan DM Instagram @pertamina.135.
Tempo melapor ke Pertamina Patra Niaga melalui aneka cara itu dibuka hingga Senin (10/11/2025) pekan depan. Masyarakat merasa dirugikan, masih punya waktu membuat laporan.
Hal itu ditegaskan oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi.
Dia meneruskan, hingga Senin (3/11/2025) kemarin, ada 800 laporan masuk ke pihaknya. Penyelesaian atas ratusan laporan itu sudah mencapai 57 persen atau 462 laporan.
“462 laporan yang masuk itu sudah selesai ditangani Pertamina Patra Niaga,” ujarnya, Selasa (4/11/2025) siang.
Selesai dalam konteks ini, kata dia, kendaraan bermasalah akibat diisi Pertalite sudah diperiksa, divalidasi, dan diservis bengkel mitra Pertamina. Pemilik juga sudah dapat kompensasinya.
“Kompensasi itu diberikan secara terukur,” imbuh almunus Universitas Padjajaran (Unpad) tersebut.
Terkini, Ahad sapaannya memastikan, pemasokan BBM untuk seluruh SPBU di Jatim terus berjalan. Tidak ada kendala. Baik soal distribusi maupun kualitas BBM-nya.
Setiap tahapan distribusi, tegas dia, sudah dilakukan Pertamina Patra Niaga berdasarkan standar ketat yang ditetapkan. Sehingga, kualitas produk BBM senantiasa terjaga.
“Kami pastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Secara cepat, tepat, berkualitas,” pungkasnya. (sab/kza)

