BOJONEGORORAYA — Kering kerontang menjadi pemandangan hutan di Bojonegoro, kemarau ini. Memang tidak seluruhnya. Namun, banyak. Luas.
Sedikitnya, ada 3.900 hektare hutan gundul di Bojonegoro. Masuk wilayah kerja Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bojonegoro.
Wakil Administratur KPH Bojonegoro Kiswanto membenarkan itu. Dia menyebut, pihaknya mengelola 35.000 hektare hutan di Bojonegoro.
Dari jumlah itu, 6.000 hektare semula lahan kosong. Gundul. Kemudian, dihijaukan seluas sekitar 2.100 hektare sepanjang 2026 ini.
‘’Dengan demikian, masih terdapat sekitar 3.900 hektare lahan kosong yang belum tertangani,’’ ujarnya, Jumat, (4/9/2026).
Kiswanto mengatakan, lahan kosong di wilayah kerjanya sangat diatensi. KPH Bojonegoro terus melakukan berbagai upaya reboisasi.
‘’Upaya penghijauan terus dilakukan. Bertahap. Untuk mengembalikan fungsi kawasan hutan, meningkatkan tutupan vegetasi,’’ jelasnya.
Untuk diketahui, hutan gundul seluas 3.900 hektare di wilayah kerja KPH Bojonegoro itu tidak mewakili total luas hutan gundul di Bojonegoro.
Sebab, ada tujuh KPH wilayah kerjanya di Bojonegoro. Meliputi KPH Bojonegoro, Padangan, Parengan, Cepu, Jatirogo, Ngawi, dan Saradan. (sab/kza)



