Masyarakat Tiga Desa di Bojonegoro Tuntut Peternakan Ditutup, Tidak Ingin Diganggu Lalat Lagi

DIBERI RUANG: Puluhan warga Kecamatan Baureno saat mediasi di kantor kecamatan setempat, Selasa (16/9/2025) siang. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Puluhan warga Kecamatan Baureno, Bojonegoro menuntut lima peternakan ayam di dekat permukimannya ditutup.

Puluhan warga dari Desa Pasinan, Karangdayu, dan Kauman, Kecamatan Baureno itu tidak ingin diganggu koloni lalat lagi.

Tuntutan itu menggema dalam mediasi konflik serbuan koloni lalat yang digelar di Kantor Kecamatan Baureno, Selasa (16/9/2025) siang.

Sayang, mediasi itu tidak berjalan sesuai rencana. Hanya jadi ajang bagi masyarakat. Sebab, pemilik peternakan ayam pemicu konflik, tidak hadir.

Forkopimcam Baureno yang memimpin mediasi, menerima aspirasi sekaligus tuntutan masyarakat dimaksud. Akan menindaklanjuti.

Camat Baureno Dery Aprilian mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi dan tuntutan masyarakat itu ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Meliputi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Satpol PP Bojonegoro.

“Kami akan bersurat ke DLH, DPMPTSP, dan Satpol PP. Agar, ada sanksi untuk para pengusaha (pemilik peternakan ayam,red),” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Sementara itu, Kepala Dusun (Kasun) Pipitan, Desa Pasinan Amir mengungkapkan, tuntutan para warga sudah bulat, jelas, lugas.

“Para warga minta peternakan ayam tersebut ditutup,” tandasnya saat dihubungi via telepon Whatsapp, Rabu (17/9/2025) siang.

Dia meneruskan, selama ini, hubungan pemilik peternakan ayam dengan para warga biasa saja. Janji kompensasi juga sudah tidak diharap lagi.

“Kami tidak mempersoalkan kompensasi. Lalat ini sudah meresahkan, jangan terulang lagi. Harus ditutup,” imbuhnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Setyo Wahono Komitmen Pakai Dana Abadi Migas untuk Pendidikan
error: Content is protected !!