BOJONEGORORAYA – Kampus-kampus lokal di Bojonegoro banyak yang sudah terakreditasi. Jurusan dan program studi (prodi) juga menyandang titel akreditasi. Akreditasi ini sebagai penanda bahwa kampus lokal di Bojonegoro mampu bersaing mutu.
Akreditasi ini menjadi motor bahwa kampus lokal di Bojonegoro memiliki label menyerupai kampus negeri atau perguruan tinggi negeri (PTN). Setara. Mengedepankan kualitas sebagai perguruan tinggi yang mumpuni.
Daya tarik akreditasi kampus lokal ini bisa menjadi pilihan bagi lulusan SMA, SMK, dan madrasah Aliyah (MA) untuk berkuliah. Terutama membuka kesempatan bagi lulusan SMA, SMK, dan MA yang tidak lolos masuk kampus melalui jalur seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) perguruan tinggi negeri (PTN).
‘’Kami sudah memiliki prodi (program studi) yang telah memiliki akreditasi. Dan akreditasi ini seperti kampus negeri,’’ tutur Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojongoro Yogi Prana Izza saat ditemui di kantornya.
Unugiri Miliki 16 Prodi, Unigoro 9 Prodi
Unugiri memiliki lima fakultas dengan 18 prodi. Meliputi 16 prodi strata satu (S-1). Serta, dua prodi pascasarjana. Banyaknya prodi ini juga menunjukkan bahwa Unugiri bukan sekadar kampus berbasis ilmu-ilmu pendidikan agama.
Sebaliknya, menurut Yogi, juga terdapat fakultas sains dan teknologi. Fakultas sains ini terdapat prodi teknik informatika (TI). Dan, ternyata prodi teknik informatika Unugiri ini mendapat sambutan bagus di akademisi ditandai jumlah mahasiswa baru tren bertambah.
‘’Prodi TI ini banyak peminatnya. Termasuk adanya prodi PJKR (pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi) dengan jumlah mahasiswanya terus bertambah,’’ tutur wakil rektor lulusan S-2 Universitas Cairo, Mesir itu.

Ketua Yayasan Suyitno Universitas Bojonegoro (Unigoro) Arif Januarso mengatakan, kampusnya memiliki lima fakultas dengan sembilan prodi. Mayoritas prodi telah terakreditasi. Menyisakan prodi manajemen ritel. Sudah visitasi, kini menunggu hasilnya.
Banyaknya prodi akreditasi ini, calon mahasiswa baru bisa memilih ragam variasi prodi yang sudah berkualitas. Tentu prodi dan jurusan mampu bersaing mutu. Menyelenggarakan perkuliahan menyamai kampus-kampus negeri.
‘’Akreditasi prodi itu penting. Tanpa ada akreditasi tentu prodi tidak bisa mewisuda mahasiswa. Hanya bisa menyelenggarakan perkuliahan. Dan, Unigoro sudah akreditasi,’’ ujar Ayik sapaannya.
Selain akreditasi, menurut Ayik, Unigoro juga mengejar perankingan kampus. Calon mahasiswa baru tentu juga melihat ranking kampus sebagai pilihan. Menandakan bahwa kampus tersebut berpacu ke depan.
Rektor Unigoro Tri Astuti Handayani membenarkan, saat ini hanya menyisakan satu prodi manajemen ritel yang meninggu akreditasi. Sudah visitasi menyisakan hasilnya.
Nanin sapaannya menyarankan, kepada lulusan SMA, SMK, dan MA di Bojonegoro, bahwa usai sekolah, saatnya ayo kuliah. Berharap lulusan SMA sederajat melanjutkan belajar di perguruan tinggi.
Ada 15 Kampus Lokal di Bojonegoro
Pengumuman seleksi masuk kampus negeri atau PTN melalui UTBK SNBT pada 28 Mei mendatang. Setidaknya, ada 15 kampus swasta lokal di Bojonegoro yang bersiap menampung bagi calon mahasiswa yang tidak lolos SNBT.
Sebanyak 15 kampus lokal di Bojonegoro ini tentu bervariasi prodi dan segmentasinya. Setidaknya, tidak perlu jauh-jauh berkuliah. Cukup memilih kampus lokal di Bojonegoro.
Selain Unigoro dan Unugiri, kampus lokal di Bojonegoro antara lain Stikes Rajekwesi, Stikes Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro), IKIP PGRI, Stie Cendekia, Universitas Terbuka (UT).
Juga, IAI Al-Fatimah, STEBIA Al-Rosyid, STAI At-Tanwir, Poltekkes Kemenkes di Bojonegoro, Istek Icsada, STEI Permata, dan STIT Muhammadiyah. (ags/kza)

