BOJONEGORORAYA – Kumilah dan 55 perempuan produsen ledre lainnya membuat ledre bareng-bareng. Serentak dan semarak. Gayeng. Memeriahkan Festival Ledre Bojonegoro, Kamis (8/10/2026) malam.
Malam itu, ratusan pengunjung Festival Ledre Bojonegoro melihat dari dekat bagaimana ledre dibuat. Menghirup aroma ledre hangat yang harum dan memikat. Paduan manis gula dan legit pisang raja semerbak ke udara.

Festival Ledre Bojonegoro di Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari tersebut baru kali pertama. Perdana. Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah hadir dengan semringah. Menambah meriah.
Mantan Camat Purwosari ini juga sempat mengambil alih dingklik dan kompor salah satu perempuan produsen ledre di lokasi. Dia menjajal membuat ledre sendiri. Lantas melahap ledre buatannya sendiri tersebut. Hap. Kriuk.

Saat memberikan sambutan, Wabup Nurul Azizah mengaku terkesan dengan Festival Ledre Bojonegoro. Kata dia, festival itu salah satu sarana meningkatkan perekonomian kerakyatan.
Wabup Nurul Azizah juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Purwosari yang telah berinovasi, berinisiasi, dan berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menyelenggarakan Festival Ledre Bojonegoro.
‘’Festival ledre ini harus menjadi agenda tahunan,’’ tutur Wabup Nurul Azizah dalam sambutannya, Kamis (8/10/2026) malam itu.

Wabup Nurul Azizah berharap ledre makin eksis melalui Festival Ledre Bojonegoro. Dia juga memastikan, Pemkab Bojonegoro akan terus mendukung atau memfasilitasi berbagai inovasi atas ledre.
Sementara itu, Camat Purwosari Ike Widyaningrum menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan Wabup Nurul Azizah serta berbagai pihak dalam Festival Ledre Bojonegoro.
‘’Festival ini bukan sekadar seremoni. Tapi momen dan upaya kita untuk membangkitkan ledre Bojonegoro,’’ ujar Ike Widyaningrum, Kamis (8/10/2026) malam.
Ike sapaannya mengemukakan, ada beberapa kegiatan rangkaian Festival Ledre Bojonegoro. Di antaranya, pelatihan membuat ledre di Balai Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari, Senin (5/10/2026) hingga Rabu (7/10/2026).
Pelatihan untuk 22 peserta itu, kata dia, terselenggara melalui kerja sama antara Pemerintah Kecamatan Purwosari dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro.
Rabu (7/10/026) juga, lanjut Ike, ada Sarasehan Ledre di SMKN Purwosari. Mengedukasi generasi muda untuk ikut melestarikan ledre. Hasil kerja sama Pemerintah Kecamatan Purwosari, Disbudpar Bojonegoro, dan Bojonegoro Raya.
‘’Ke depan, kami berharap ledre makin eksis. Selalu disajikan dan dikonsumsi dalam setiap rapat, kegiatan, atau event. Kami juga berharap, makin banyak generasi muda menggeluti ledre,’’ tuturnya.
Untuk diketahui, selain demo pembuatan ledre oleh 56 perempuan produsen ledre, ada 40 UMKM asal Kecamatan Purwosari memeriahkan Festival Ledre Bojonegoro. Mereka menjajakan aneka kuliner dan karya kriya.
Sebagai pentutup Festival Ledre Bojonegoro, musik campursari meriuh di atas panggung. Dibawakan oleh empat sinden atau penyanyi, diiringi beberapa musisi. Mereka berdendang hingga tengah malam. (sab/kza)

