TANTANGAN mesti dihadapi. Bahkan, harus dinikmati. Begitu kata Kepala SMPN 2 Gondang Haryanto saat diwawancara Bojonegoro Raya di sekolahnya, Senin (27/4/2026) pagi.
‘’Tantangan harus dinikmati. Jika tidak, wah … repot,’’ ujarnya sembari tertawa lepas.
Pendidik ramah itu meneruskan, prinsip tersebut yang dia pegang sepanjang bertugas di SMPN 2 Gondang selama tiga tahun terakhir ini. Banyak tantangan.
Haryanto menyebut, jarak jangkau SMPN 2 Gondang menjadi salah satu tantangan itu. Terlampau jauh dari perkotaan Bojonegoro. Dekat gunung dan hutan.
‘’Sekolah ini di pelosok. Jauh dari domisili mayoritas guru di sini. Perjalanan mereka panjang,’’ imbuhnya.
Perjalanan ke sekolah yang panjang itu berisiko menguras energi para guru. Daya untuk mengajar rawan berkurang. Sudah susut dalam perjalanan.
‘’Meski tidak selalu, tapi itu salah satu risikonya,’’ jelas pendidik tinggal di Desa Tobo, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro tersebut.
Tantangan selanjutnya, lanjut Haryanto, berkaitan dengan ketercukupan sumber daya manusia (SDM) pendidik. SMPN 2 Gondang kekurangan guru.
‘’Tiga mapel tidak ada gurunya. Kosong. Terpaksa, diampu oleh guru seadanya,’’ tuturnya.
Kendati seadanya macam itu, Haryanto memastikan, pihaknya tetap mengusahakan pembelajaran yang terbaik untuk para siswa-siswi SMPN 2 Gondang.
‘’Itu sudah tanggung jawab kami. Tantangan kami. Harus dihadapi dan dinikmati,’’ terangnya.
Tantangan berikutnya adalah ihwal sarana prasarana sekolah. Pendidik kelahiran Surabaya itu mengatakan, ada dua hal yang dibutuhkan SMPN 2 Gondang.
‘’Yakni, sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air dan pagar keliling untuk keamanan,’’ jelasnya.
Beberapa tahun lalu, pihaknya sudah mengajukan usul terkait kebutuhan SMPN 2 Gondang tersebut. Namun, belum mendapatkan tindak lanjut.
Di waktu mendatang, Kepala SMPN 2 Gondang cum Plt. Kepala SMPN 1 Sekar itu berharap aneka tantangan tersebut tertuntaskan. Tidak sekadar dihadapi dan dinikmati.
‘’Kami menanti terwujudnya harapan-harapan baik untuk SMPN 2 Gondang ini,’’ pungkasnya.
Terpisah, Guru Seni SMPN 2 Gondang Listiyono mengemukakan, SMPN 2 Gondang memiliki rumah dinas (rumdin). Disiapkan untuk para guru atau staf tata usaha (TU).

Rumdin itu di bagian timur kompleks SMPN 2 Gondang. Fasadnya serupa asrama. Tiga petak rumah berjejeran. Dibangun di lahan berkontur lebih tinggi ketimbang gedung-gedung SMPN 2 Gondang.
‘’Rumdin ini terakhir dihuni pada 2023. Oleh salah satu staf TU,’’ cerita Listiyono kepada Bojonegoro Raya, Senin (27/4/2026) siang.
Kini, rumdin SMPN 2 Gondang yang sempat dihuni penuh pada 2007 ke bawah itu kosong. Tidak berpenghuni. Tidak terawat. Menuju riwayat. (sab/kza)
— Artikel ini bagian dari Majalah Pintar yang diterbitkan Bojonegoro Raya, Sabtu (2/5/2026) lalu. Menepati Hari Pendidikan. Beredar digital, dalam format pdf dan flipbook.

