Pemkab Bojonegoro Sediakan Beasiswa Kuliah Rp 34,6 Miliar, Masih Sisa Rp 26,2 Miliar

MENJAGA MUTU: Mahasiswa Unugiri, salah satu kampus lokal Bojonegoro. Dekat rumah. Prodinya banyak dan terakreditasi, seperti kampus negeri. (Foto: Unugiri untuk Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Mahasiswa Bojonegoro bisa mengakses beasiswa lokal untuk berkuliah di Bojonegoro maupun luar Bojonegoro pada 2025 ini.

Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro menyediakan anggaran senilai total Rp 34,6 miliar untuk hal tersebut.

Sebanyak Rp 8,4 miliar, telah diterima oleh 2.248 mahasiswa Bojonegoro dalam pencarian Tahap I Gelombang 1 pada awal Mei 2025 kemarin.

Sisanya, sekitar Rp 26,2 miliar akan diterimakan kepada ribuan mahasiswa pada Tahap I Gelombang 2 dan Tahap II Gelombang 1–2.

Sekretaris Disdik Bojonegoro Anang mengatakan, pencarian beasiswa Tahap I Gelombang 2 direncanakan berlangsung dalam waktu dekat ini.

“Akhir Mei 2025 ini,” ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Kamis (15/5/2025) siang.

Berapa mahasiswa menjadi penerima beasiswa Tahap I Gelombang 2 pada akhir Mei 2025 itu, Anang belum mengemukakan.

Pejabat pernah bertugas di Bappeda Bojonegoro itu juga belum mengemukakan berapa anggaran yang dicairkan dalam Tahap I Gelombang 2.

Terkini, pihaknya masih menyeleksi calon penerima beasiswa Tahap I Gelombang 2 yang sudah mengajukan berkas sepanjang Maret 2025 lalu.

“Saat ini masih tahap perankingan,” jelas alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tersebut.

Terpisah, Kepala Disdik Bojonegoro Anwar Mukhtadlo menyampaikan hal serupa. Pencarian beasiswa Tahap I Gelombang 2, diproyeksi akhir bulan ini.

Sementara beasiswa Tahap II Gelombang 1–2 rencananya akan dicairkan akhir 2025. Pengajuannya dibuka sepanjang Agustus–September 2025.

Tadlo menjelaskan, beasiswa senilai total Rp 34,6 miliar itu mayoritas untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT) mahasiwa.

“Dari Rp 34,6 miliar, Rp 29,6 miliar untuk bayar UKT. Sisanya, untuk keperluan tugas akhir,” jelasnya.

Perihal beasiswa untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2024/2025 ini, Tadlo mengatakan, itu bisa diakomodir dalam pencairan Tahap I Gelombang 2.

Asal, mahasiswa baru itu telah mengajukan berkas yang disyaratkan sepanjang Maret 2025 lalu–ketika masih SMA/SMK/MA. Dan, lolos verifikasi.

Baca Juga :  Tiga Calon Sekda Bojonegoro Sudah Mengemuka, Tinggal Dipilih Bupati

Jika mahasiswa baru tidak sempat mengajukan berkas yang disyaratkan pada Maret 2025, bisa mengajukannya pada Agustus–September 2025 nanti.

“Jika lolos verifikasi, mereka akan dapat beasiswa pada akhir 2025. Ikut pencairan Tahap II Gelombang 1–2,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ada tiga “jalan” bagi mahasiswa asal Bojonegoro untuk mengakses beasiswa dari Pemkab Bojonegoro ini.

Ketiga jalan itu bertajuk Beasiswa Scientist, Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa, dan Beasiswa Tugas Akhir. Masing-masing memiliki syarat khusus.

Namun, paling utama, mahasiswa yang mengajukan beasiswa wajib asli Bojonegoro. Dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Bojonegoro.

Adapun, ketiga beasiswa itu berikut syarat-syaratnya bisa dibaca dalam artikel yang dirilis Pemkab Bojonegoro akhir Februari 2025. Klik di sini. (sab/kza)

error: Content is protected !!