Perajin Batik Binaan Industri Migas turut Ramaikan Bojonegoro Wastra Batik Festival

BERPARTISIPASI: Tri Astuti saat menunjukkan salah satu kain batik produk Batik Sekar Rinambat di stand PEPC Zona 12, Rabu (17/6/2026) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Pameran Batik Jonegaran dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival, tidak saja diramaikan oleh para perajin batik yang dinaungi Dekranasda Bojonegoro.

Sejumlah perajin batik binaan industri minyak dan gas (migas) di Bojonegoro, juga turut berpartisipasi. Di antaranya, Batik Sekar Rinambat, Batik Kembang Sambiloto, dan Kristal Jaya Batik.

Batik Sekar Rinambat merupakan binaan Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, operator lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

Sementara, Batik Kembang Sambiloto binaan PEPC Zona 11, operator lapangan migas Sukowati di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.

Sedangkan, Kristal Jaya Batik merupakan binaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator lapangan migas Banyu Urip di Kecamatan Gayam dan Kedung Keris di Kecamatan Kalitidu.

Perajin Batik Sekar Rinambat Tri Astuti mengemukakan, pihaknya membawa sekitar 160 kain dan 20 baju Batik Jonegaran dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival. Motifnya banyak. Sekitar 20 ragam.

‘’Saat ini sudah laku 16 kain dan satu baju,’’ ungkapnya saat ditemui Bojonegoro Raya di stand-nya, Rabu (17/6/2026) siang.

Tri Astuti tentu bersyukur. Bojonegoro Wastra Batik Festival telah menjadi pameran sekaligus pasar yang baik bagi produk UMKM batik asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut.

Ratna, perajin Batik Kembang Sambiloto mengutarakan, pihaknya membawa sekitar 150 kain Batik Jonegaran. Mayoritas, motif Kembang Sambiloto—motif yang mereka rancang sendiri.

‘’Ini tadi sudah laku delapan kain,’’ tuturnya saat ditemui Bojonegoro Raya di stand-nya, Rabu (17/6/2026) siang.

Sementara itu, Perajin Kristal Jaya Batik Iswatun menyampaikan, pihaknya membawa 30 kain Batik Jonegaran. Yang menjadi unggulan, motif Seko Sinampir Sekar.

‘’Harganya mulai Rp 80—160 ribu,’’ ujarnya saat ditemui Bojonegoro Raya di stand-nya, Rabu (17/6/2026) siang.

Baca Juga :  UMKM Binaan PEPC Zona 11 dan 12 Ikuti UMK Academy 2025, Tingkatkan Kapasitas

Adapun, selain menampilkan produk batik hasil perajin binaannya, industri PEPC dan EMCL juga menampilkan aneka produk UMKM binaan bidang makanan-minuman.

Di stand PEPC Zona 12 misalnya, turut digelar produk UMKM Sumalla berupa emping gaerut, keripik ketela ungu, dan kacang sangrai. Selain itu, ada pula produk UMKM Herbasina Nutrindo.

UMKM asal Desa Ngradin, Kecamatan Padangan tersebut membawa ragam produk olahan tanaman kelor. Di antaranya, wedang daun kelor, kapsul daun kelor, hingga coklat kelor. (sab/kza)

error: Content is protected !!