Perbanyak Prodi Beasiswa Saintis, Ambang Batas Rp 20 Juta

04/06/2026

BOJONEGORORAYA – Peluang mengakses beasiswa scientist (saintis) yang digulirkan Pemkab Bojonegoro, semakin mudah. Pemkab Bojonegoro, menambah program studi (prodi) daripada tahun sebelumnya.

Sasaran terutama mahasiswa asal Bojonegoro, yang berkuliah di jurusan science (sains), technology (teknologi), engineering (rekayasa/ teknik), dan mathematic (matematika). Empat prodi tersebut biasa disingkat STEM.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Zamroni mengatakan, tahun ini masih melanjutkan program beasiswa sains. Hanya, pihaknya belum bisa mendetailkan data total anggaran yang telah digelontorkan. Sebaliknya, datanya masih di kantor.

‘’Datanya akan kami cek dahulu besok di kantor,” ujarnya Kamis (4/6/2026).

Kepala Disdik Bojonegoro Anwar Mukhtadlo mengatakan, pemkab berkomitmen melanjutkan beasiswa scientist tahun ini. Dengan penambahan prodi, untuk mengakomodir lebih banyak mahasiswa jurusan sains.

‘’Beasiswa saintis memang prodinya semakin banyak. Sesuai Perbup Nomor 42 Tahun 2025. Ada banyak sekali jurusan STEM,” bebernya saat memberikan sambutan pada pengukuhan Majelis Alumni IPNU di Singapore Resto.

Misalnya, jurusan teknologi. Ternyata, di dalamnya terdapat teknik informatika hingga teknik pertanian. Juga, banyak prodi pada jurusan teknik. Selanjutnya matematika dan statistik non-guru.

Pemkab Bojonegoro Anggarkan Ragam Beasiswa Rp 40,4 Miliar

Menurut Tadho, sapaannya, ambang batas paling tinggi nilai beasiswa saintis sebesar Rp 20 juta. Sesuai Perbup Nomor 42 Tahun 2025. Alasanya, dalam pelaksanaan beasiswa saintis yang sudah berjalan, terdapat mahasiswa yang uang kuliah tunggal (UKT) mencapai Rp 39 juta.

‘’Jadi memang pada Perbup 42 kami batasi masksimal Rp 20 juta, karena untuk pemerataan,” tutur Tadho.

Mantan kepala Bappeda tersebut menjelaskan, UKT yang tinggi dari jurusan kedokteran. Rerata dari keluarga mampu secara finansial. Sehingga, pemberlakuan ambang batas Rp 20 juta.

Baca Juga :  PLN ULP Bojonegoro Gerak Cepat Tangani Tiang Listrik Roboh di Dusun Paldaplang

Skema ini, menurut Tadho, agar jurusan sains yang lainnya kebagian. Terjadi pemerataan. Mengingat jumlah mahasiswa Bojonegoro yang kuliah di prodi STEM kian banyak.

‘’Selain jurusan kedokteran, maksimal mendapatkan beasiswa sebanyak Rp 10 juta,” tambahnya.

Adapun, Pemkab Bojonegoro menggelontorkan anggaran sebesar Rp 40,4 miliar untuk beasiswa tahun ini. Meliputi beasiswa pondok pesantren, beasiswa keluarga miskin, dan beasiswa tugas akhir.

Belum termasuk anggaran untuk beasiswa sains. Serta, program sepuluh sarjana per desa lanjutan. (man/kza)

error: Content is protected !!