Laga tujuh hari enam malam antara Deltras Sidoarjo versus Persibo Bojonegoro telah selesai. Persibo Bojonegoro kalah 3-0. Tidak kuasa melawan Deltras Sidoarjo, PSSI, hingga PT LIB.
BOJONEGORORAYA – Sabtu (18/1/2025) sore. Cuaca mendung. Sebelas pemain Deltras Sidoarjo sudah berkumpul di tengah lapangan Stadion Sasana Krida, Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Yogyakarta. Gelagat mereka sangat percaya diri.
Skuad The Lobster itu, tampak siap melakoni laga sambungan perebutan tiket delapan besar Liga 2 melawan Persibo Bojonegoro yang hanya akan berlangsung satu menit. Mereka mengenakan jersey kebangaan. Bermotif lapis vertikal. Berkelir merah-putih. Mereka juga bersepatu dan berkaus kaki.
Di tepi lapangan. Osas Saha, Vitor Barata, Amir Hamzah, dan para pemain Persibo Bojonegoro lainnya berbaris. Kaki mereka bersepatu dan berkaus kaki. Namun, tubuh tidak memakai jersey kebanggaan. Melainkan, mengenakan kaus oblong warna putih. Bertulis #JusticeforSepakBolaIndonesia.
Manajemen dan official Persibo Bojonegoro juga tampak dan menyatu dalam barisan Osas Saha serta kawan-kawannya itu. Memakai kaus serupa. Mereka semua, kompak bermuka haru. Skuad Deltras Sidoarjo yang sudah menunggu di tengah lapangan, tidak dipedulikan.
View this post on Instagram
Beberapa menit berselang, Agus Fauzan Arifin yang tiba-tiba mengganti Idfi Akbar Patha menjadi wasit pemimpin pertandingan, meniup peluit. Laga satu menit antara Deltras Sidoarjo versus Sidoarjo pun dimulai. Bola mati di depan kotak penalti Deltras Sidoarjo tidak bergerak. Diam. Nganggur.
Dalam situasi itu, para pemain Deltras Sidoarjo tampak cengar-cengir di lini pertahanannya. Di tepi lapangan, para pemain, official, dan manajemen Persibo Bojonegoro masih berbaris. Semua masih bermuka haru. Mereka telah kompak memutuskan, menolak jalannya pertandingan.
Sekitar satu menit berlalu. Agus Fauzan Arifin meniup peluit panjang. Laga di stadion dekat Pangkalan Angkatan Udara Adi Sucipto Yogyakarta itu selesai. Para pemain Deltras Sidoarjo keluar lapangan. Para pemain, official, dan manajemen Persibo Bojonegoro di tepi lapangan mengorkestrasikan tepuk tangan dan menyorakkan sindiran.
Dalam laga kontroversial tersebut, skor yang mulanya 1-0 untuk keunggulan Deltras Sidoarjo, berubah menjadi 3-0 untuk kemenangan Deltras Sidoarjo. Tengaranya, Persibo Bojonegoro yang menolak turun berlaga dianggap melakukan walkout oleh perangkat pertandingan.
Sesuai peraturan, aksi walkout Persibo Bojonegoro itu membuat Deltras Sidoarjo menang dengan skor 3-0. Persibo Bojonegoro pun, terancam disanksi dan denda akibat aksi walkout itu. Betul-betul. Persibo Bojonegoro babak belur. Pepatahnya, sudah jatuh tertimpa tangga pula.
View this post on Instagram
Presiden Klub Persibo Bojonegoro Deddy Adriyanto Wibowo menganggap pertandingan sambungan antara klubnya melawan Deltras Sidoarjo ini tidak masuk akal. Sejumlah pemainnya yang cedera akibat dipukuli dalam laga sebelumnya di Gelora Delta Sidoarjo (GDS) pada Sabtu (11/1/2025) lalu, tidak boleh diganti.
Perangkat pertandingan mewajibkan seluruh pemain dalam laga sambungan ini sesuai atau serupa perhentian laga sebelumnya di GDS seminggu lalu. Sedangkan, jajaran wasit pada laga sebelumnya di kandang Deltras Sidoarjo itu, diganti semua dalam laga sambungan ini.
“Tidak masuk akal. Pemain tidak boleh diganti padahal sudah dipukul-pukul (dianiaya, red). Wasit diganti. Juga tidak ada kartu merah satu pun (untuk Deltras Sidoarjo, red),” ujarnya kepada awak media, Sabtu (18/1/2025) sore.
Jika laga sambungan di Stadion Sasana Krida itu sesuai regulasi, Deddy memastikan Persibo Bojonegoro berkenan turun berlaga menghadapi Deltras Sidoarjo. Selanjutnya, tambah dia, pihaknya pasrah terhadap PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga Indonesia.
“Persibo Bojonegoro mau main kalau sesuai regulasi. Sekarang, terserah saja Liga (PT LIB, red) mau apa,” ketus pria menjadi Presiden Klub Persibo Bojonegoro sejak September 2024 tersebut.
Sebagaimana diketahui, laga antara Deltras Sidoarjo versus Persibo Bojonegoro di Stadion Sasana Krida pada Sabtu (18/1/2015) ini merupakan laga sambungan dari laga di GDS seminggu lalu. Yang mana, laga dimaksud ‘’berakhir tapi tidak selesai’’ akibat kericuhan.
Persibo Bojonegoro merugi akibat laga perebutan tiket delapan besar Liga 2 itu ‘’berakhir tapi tidak selesai’’. Sejumlah pemainnya juga terluka sebab kena aniaya skuad Deltras Sidoarjo berikut sejumlah Deltamania yang waktu itu ikut turun ke lapangan GDS.
View this post on Instagram
Skor 1-1 dalam laga panas waktu itu, semestinya sudah bisa mengantar Persibo Bojonegoro lolos babak delapan besar Liga 2. Namun, skor imbang itu tidak jelas jluntrung-nya. Gol Amir Hamzah ke gawang Panggih Prio, disangsikan Deltras Sidoarjo. Dianggap cacat.
Hari berikutnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI membuat beberapa keputusan setelah didesak CEO Deltras Sidoarjo Amir Burhanuddin. Salah satu keputusan Komdis PSSI adalah menganulir gol Amir Hamzah. Sementara, aneka kekerasan dilakukan Deltras Sidoarjo tidak disorot.
Hari berikutnya, manajemen Persibo Bojonegoro melawan. Mengajukan banding atas putusan Komdis PSSI yang seluruhnya menguntungkan Deltras Sidoarjo tersebut. Hari berikutnya, Komisi Banding (Komding) PSSI ganti mengeluarkan sejumlah keputusan.
Di antaranya, menyebut banding diajukan manajemen Persibo Bojonegoro ditolak. Tapi, di sisi lain Komding PSSI juga menegaskan bahwa keputusan Komdis PSSI atas laga Deltras Sidoarjo versus Persibo Bojonegoro prematur. Tidak memiliki kekuatan hukum untuk dilaksanakan.
Keputusan Komding PSSI lainnya yakni meminta PT LIB segera memutuskan status laga Deltras Sidoarjo versus Persibo Bojonegoro. Hari berikutnya, keputusan PT LIB terbit. Isinya mencengangkan para pemain, official, manajemen, dan suporter Persibo Bojonegoro.
Pendeknya, PT LIB memutuskan laga Deltras Sidoarjo kontra Persibo Bojonegoro harus disambung sampai selesai. Bertempat di Stadion Sasana Krida pada Sabtu (18/1/2025). Skor 1-0 untuk keunggulan Deltras Sidoarjo. Tempo laga satu menit. Dimulai dari indirect free kick didapat Persibo Bojonegoro.
Putusan PT LIB itu, sebuah pukulan telak bagi Persibo Bojonegoro. Namun, Persibo Bojonegoro masih menghormati dan melaksanakan keputusan tersebut. Walaupun, pada akhirnya Persibo Bojonegoro menelan kekalahan pada waktu yang telah ditentukan PT LIB.
Menjadi refleksi. Selama tujuh hari enam malam, laga Deltras Sidoarjo kontra Persibo Bojonegoro telah berlangsung di dalam serta di luar lapangan. Persibo Bojonegoro sudah melawan Deltras Sidoarjo, PSSI, hingga PT LIB. Namun, harus merelakan kekalahan.
Setelah ini, Deltras Sidoarjo lolos ke babak delapan besar Liga 2. Masuk Grup X bersama Persiraja Banda Aceh, PSIM Yogyakarta, dan PSPS Pekanbaru. Sementara Persibo Bojonegoro akan menjalani babak play off. Berjuang untuk tetap bisa tetap di Liga 2. Tidak terlempar lagi ke Liga 3. (sab/kza)


