Pesta Rakyat HJB 349, 10.000 Warga Bojonegoro Jajan Gratis di Alun-Alun

INGIN PESTA RAKYAT: Bupati Wahono saat memberikan arahan dalam launching logo dan tema HJB 349. (Foto: Bag. Prokopim Setda Bojonegoro)

BOJONEGORORAYA – Pernyataan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bahwa perayaan Hari Jadi ke-349 Bojonegoro (HJB 349) adalah pesta milik rakyat, bukan isapan jempol.

Sabtu (24/10/2026) mendatang, pesta rakyat bagian dari perayaan HJB 349 akan digelar Pemkab Bojonegoro di Alun-Alun Bojonegoro. Bertajuk Bojonegoro Bahagia Car Free Night (BBCFN).

Dalam event itu, warga Bojonegoro bisa membeli aneka makanan-minuman dijajakan UMKM di Alun-Alun Bojonegoro secara gratis. Hanya memakai kupon yang akan diberikan Pemkab Bojonegoro secara gratis pula.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Elzadeba Agustina mengemukakan, lebih dari 100 UMKM akan melapak dalam BBCFN. Kupon disediakan mencapai 10.000 lembar.

‘’Jumlah kupon itu masih berpeluang bertambah,’’ ujarnya, Rabu (21/10/2026).

Elzadeba sapaannya menerangkan, pembagian kupon dijadwalkan mulai Sabtu (24/10/2026) petang. Sejak pukul 18.00 WIB di pintu masuk Alun-Alun Bojonegoro, depan Kantor Bakorwil Bojonegoro.

‘’Juga akan ada hiburan di BBCFN ini. Yakni, penampilan band dan pertunjukan Sandur Bojonegoro,’’ imbuhnya.

Mantan Kepala DisdagkopUM Bojonegoro itu menyebut, BBCFN merupakan event pengganti Bojonegoro Night Carnival (BNC) yang sedianya akan digelar Sabtu (31/10/2026) malam.

‘’Mari bersama-sama meramaikan BBCFN. Mendukung perekonomian dan seni-budaya lokal. Mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,’’ tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pernyataan Bupati Wahono bahwa perayaan HJB 349 merupakan pesta milik rakyat disampaikan saat launching logo dan tema HJB 349 di Ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro, Rabu (24/9/2026).

‘’Bojonegoro milik kita bersama dan perayaan Hari Jadi Bojonegoro ini adalah pesta milik rakyat,’’ tandas Bupati Wahono, Rabu (24/9/2026) itu. (*)

Baca Juga :  Anggaran Perpusnas Dipangkas, Bantuan 1000 Buku Meranggas, TBM dan Perpusdes Cemas