BOJONEGORORAYA – Kendati belum resmi dibuka, event Bojonegoro Wastra Batik Festival sudah dipadati ratusan pengunjung, Rabu (17/6/2026) siang.
Cantika Wahono salah satu dari ratusan pengunjung itu. Dengan ramah dan penuh apresiasi, Ketua Dekranasda Bojonegoro ini menilik sejumlah stand Bojonegoro Wastra Batik Festival.
Saat Cantika Wahono berada di stand Dekranasda Bojonegoro, Bojonegoro Raya sempat mewawancarainya. Dalam wawancara tersebut, dia mengutarakan banyak hal.
Di antaranya, istri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono itu mengatakan, ada sekitar 20 perajin batik di Bojonegoro yang berpartisipasi dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival.
‘’Mereka berasal dari beberapa kecamatan di Bojonegoro. Salah satunya, Temayang,’’ ujarnya, Rabu (17/6/2026) siang.
Perajin batik dari Kecamatan Temayang dimaksud, terang Cantika Wahono, di antaranya ialah Batik Makni, Batik Kembang Mayang, dan Manda Batik.
‘’Semuanya memamerkan batik khas Bojonegoro,’’ imbuh Ketua Dekranasda Bojonegoro cum Ketua TP PKK Bojonegoro tersebut.
Secara jumlah, lanjut Cantika Wahono, ada ratusan kain batik khas Bojonegoro atau Batik Jonegaran dipamerkan dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival.
Motif dari batik-batik yang dipamerkan itu pun bermacam-macam. Sedikitnya, ada 20 motif. Rerata, menggambarkan kekayaan alam atau pariwisata Bojonegoro.
‘’Sekitar 20 motif batik itu lama dan baru. Campur. Namun, ada yang paling baru. Yakni, motif Puspa Jati dan Gayatri,’’ ungkapnya.
Motif Puspa Jati, terang dia, merupakan visualisasi bunga jati—identitas Bojonegoro. Sementara, motif Gayatri terilhami dari program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri).
Lebih lanjut, Cantika Wahono berharap, Bojonegoro Wastra Batik Festival kian membesarkan hati para perajin Batik Jonegaran. Lebih percaya diri lagi dalam melestarikan batik.
Dia juga berharap, melalui event tersebut, lahir banyak kolaborasi antara perajin batik dengan berbagai pihak. Misalnya, perguruan tinggi dan komunitas lain lintas sektor.
‘’Sehingga, batik khas Bojonegoro dan para perajinnya semakin berkembang. Muncul motif baru, pasar baru,’’ tuturnya. (sab/kza)

