BOJONEGORORAYA — Wajah Alun-Alun Bojonegoro dipastikan berubah pada 2026. Pemkab Bojonegoro sudah bulat bakal merevitalisasi atau menata ulang ikon kota itu, tahun depan.
Terkini, Pemkab Bojonegoro sedang menyusun detail engineering design (DED) atau desain teknik rinci perihal revitalisasi alun-alun tersebut. Anggarannya dipasang Rp 100 juta.
Tahap menyusun DED itu, sebagaimana informasi ditampilkan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Bojonegoro yang dikelola Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bojonegoro.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Satito Hadi membenarkan informasi dimaksud.
Pejabat akrab disapa Satito itu meneruskan, penyusunan DED revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro ditargetkan rampung pada pengujung 2025 ini.
“Sedangkan, pengerjaan di lapangan akan dilakukan pada 2026,” ujarnya saat diwawancara Bojonegoro Raya, Selasa (2/12/2025) siang.
Perkiraan, lanjut Satito, pengerjaan revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro akan dimulai pertengahan 2026. Anggaran dialokasikan sekitar Rp 26 miliar.
“Rencananya segitu (Rp 26 miliar, red),” imbuh pejabat kelahiran 1974 tersebut.
Perihal bakal seperti apa wajah Alun-Alun Bojonegoro pascarevitalisasi 2026, Satito belum mengemukakan. Akan dimatangkan lebih dulu dalam penyusunan DED.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah mengatakan hal senada.
Dia menambahkan, revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro itu guna meningkatkan kualitas landmark kota tersebut sebagai ruang publik.
“Alun-alun ialah ruang publik. Pemkab menilai, alun-alun itu perlu ditata ulang agar fungsinya semakin ideal,” tuturnya.
Pejabat akrab disapa Gunawan itu meneruskan, revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro juga hasil akomodirisasi aspirasi publik.
“Banyak masyarakat ingin alun-alun ditata ulang. Pemkab mengakomodir itu,” pungkasnya. (sab/kza)


