SPPG Diminta Serap Telur Gayatri, Sebagian Dapur MBG Menginisiasi

06/05/2026

BOJONEGORORAYA – Raut Kusmiati merajut harap, membawa segepok telur Gayatri dari kandang di rumahnya. Melangkah menuju satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Perempuan 43 tahun itu menjual telur Gayatri.

Sesampai di dapur makan bergizi gratis (MBG), perempuan berkerudung tersebut menimbang telur. Angka dalam layar timbangan digital muncul. Menghitung. Gayatri membawa untung.

SPPG di Bojonegoro diminta membeli telur program Gayatri. Saat ini, dapur MBG yang menyerap telur Gayatri masih minim. Belum banyak dan serentak. Namun, sejumlah SPPG bersedia menginisiasi penyerapan telur Gayatri.

Gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri) ini program kemandirian inisiasi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah. Rencana Pemkab Bojonegoro akan menerbitkan surat edaran (SE) terkait SPPG menyerap telur Gayatri.

‘’Sudah Januari lalu mulai membeli (telur Gayatri). Tapi, tidak rutin setiap hari,” tutur Kepala SPPG Kendung Kecamatan Kedungadem, Riadlus Solihin kepada Bojonegoro Raya, Selasa (5/5/2026).

Adapun SPPG di Desa Kendung sudah menginisiasi membeli telur program Gayatri. Rerata keluarga penerima manfaat (KPM) program Gayatri datang ke dapur sendiri dan menjual.

.

MANFAAT: Kusmiati menimbang telur Gayatri dari kandang di rumahnya. Perempuan 43 tahun tersebut menjual telur Gayatri ke SPPG di sekitar rumahnya. (Foto: Istimewa/ Bojonegoro Raya).

KPM Menjual Sendiri ke Dapur MBG

Solihin mengatakan, pihaknya memberi harga kisaran Rp 26.000 hingga Rp 27.000 per kilogram (kg). Rerata, telur Gayatri bisa sampai 30 kilogram per orang atau KPM. Minimal 7 kilogram. Variatif.

‘’Biasanya warga menunda menjual. Ketika sudah terkumpul banyak baru menjual kepada kami (SPPG),” tuturnya.

Sementara itu, SPPG membutuhkan telur untuk bahan menu masakan MBG. Pembelian bahan baku dari peternak atau usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal menjadi prioritas.

Termasuk pembelian telur program Gayatri. Ada dua desa yang telah rutin menjual yakni Desa Kendung dan Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Baca Juga :  Perempuan Bojonegoro Terpaksa Ditandu Sejauh 6 km Usai Melahirkan

‘’SPPG tidak boleh menolak produk UMKM kecil di sekitar dapur. Sehingga menjadi penolong warga menerima program Gayatri,” tambahnya.

Menurut Solihin, pernah mencoba pembelian dengan skema pengumpulan telur melalui koordinator di setiap desa. Namun, praktiknya sulit. Beberapa kejadian, telur dijual lebih dulu kepada tetangga mempunyai hajatan.

‘’Tidak bisa serempak. Butuh keterlibatan desa secara penuh,” jelasnya.

Kepala SPPG Sumodikaran, Kecamatan Dander, Brian mendukung program pemerintah terkait penyerapan telur Gayatri. Tapi, perlu ada arahan.

”Dan diskusi dengan (SPPG) koordinator wilayah di Bojonegoro,” tuturnya.

Segera Terbitkan Surat Edaran SPPG Serap Gayatri

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, beberapa dapur SPPG sudah menyerap telur Gayatri untuk program MBG. Namun, jumlahnya belum terdeteksi.

“Belum kami data semua, salah satu contohnya SPPG di Desa Tinawun Kecamatan Malo, sudah menyerap telur Gayatri,” jelasnya.

Menurut Elfia, Pemkab Bojonegoro segera mengelurkan surat edaran (SE) untuk SPPG ikut membeli telur Gayatri. Penyerapan untuk kebutuhan MBG.

Skema lainnya, menurut Elfia, pihaknya melibatkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli telur Gayatri. Kelebihan Gayatri, telurnya masih fresh dari kandang. Berkualitas. (man/kza)

error: Content is protected !!